Akurat

Kementan Kirim Bantuan Pangan ke SUmatera Lewat Kapal TNI AL

Hefriday | 16 Desember 2025, 20:48 WIB
Kementan Kirim Bantuan Pangan ke SUmatera Lewat Kapal TNI AL

AKURAT.CO Kementerian Pertanian (Kementan) kembali mengirimkan bantuan logistik untuk wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatra. 

Bantuan tersebut disalurkan ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan memanfaatkan kapal perang milik TNI Angkatan Laut guna mempercepat distribusi ke daerah tujuan.
 
Pengiriman ini merupakan bagian dari tahap ketiga bantuan kemanusiaan yang dilepas langsung dari Markas Komando Lintas Laut Militer (Mako Kolinlamil), Jakarta Utara, Selasa (16/12/2025). 
 
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh kementerian dan lembaga bergerak serempak membantu masyarakat terdampak bencana.
 
Amran menegaskan, kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci utama dalam mempercepat penanganan pascabencana, terutama di wilayah yang membutuhkan dukungan logistik dalam jumlah besar. 
 
 
Untuk itu, Kementan menggandeng TNI Angkatan Laut dalam proses pengiriman agar bantuan dapat tiba tepat waktu dan dalam kondisi aman.
 
“Semua kementerian, lembaga, dan badan terkait berkolaborasi dengan TNI Angkatan Laut untuk mengirimkan bantuan ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ini merupakan pengapalan ketiga yang kita berangkatkan,” ujar Amran.
 
Dirinya menjelaskan, pengiriman tahap ketiga ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar dan logistik pangan.
 
Amran menyebutkan, bantuan yang disalurkan berasal dari dua sumber utama, yakni bantuan pemerintah serta bantuan sukarela yang dihimpun dari pegawai Kementerian Pertanian dan mitra strategis melalui program “Kementan Peduli”.
 
Adapun bantuan pemerintah yang telah disalurkan mencakup 44 ribu ton beras, 6.000 ton minyak goreng, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya dengan total nilai mencapai sekitar Rp1 triliun.
 
Sementara itu, bantuan sukarela yang dihimpun melalui program Kementan Peduli bersama BUMN pangan seperti Bulog, ID Food, Pupuk Indonesia, PT Perkebunan Nusantara, serta mitra lainnya, tercatat mencapai sekitar Rp75 miliar dan dikirimkan secara bertahap ke wilayah terdampak.
 
Distribusi bantuan tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kementerian terkait, serta jajaran TNI, guna memastikan bantuan diterima masyarakat secara tepat sasaran sesuai kebutuhan di lapangan.
 
Pada pengiriman tahap ketiga ini, sebanyak 70 truk bantuan diberangkatkan, yang berisi berbagai kebutuhan darurat seperti kasur, minyak goreng, makanan siap saji, perlengkapan kebersihan, hingga kebutuhan dasar lainnya.
 
Selain logistik pangan, Kementan juga mengirimkan alat penjernih air, generator set (genset) untuk penerangan, serta perlengkapan darurat lainnya sesuai dengan permintaan pemerintah daerah setempat.
 
Seluruh proses pengiriman didukung penuh oleh TNI Angkatan Laut dengan melibatkan ratusan personel, termasuk 310 prajurit Marinir yang disiagakan untuk membantu penanganan bencana di wilayah terdampak.
 
Amran menilai keterlibatan aktif TNI AL mencerminkan kuatnya solidaritas nasional dalam menghadapi bencana. 
 
Sinergi tersebut dinilai mampu mempercepat penyaluran bantuan sekaligus memastikan misi kemanusiaan berjalan optimal demi kepentingan masyarakat.
 
Mentan menegaskan bahwa bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat merupakan ujian bersama yang membutuhkan gotong royong seluruh elemen bangsa. 
 
Pemerintah, kata dia, berkomitmen untuk terus menyalurkan bantuan lanjutan sesuai perkembangan kebutuhan di lapangan.
 
“Kita ini bangsa Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 286 juta jiwa. Kalau kita bergandengan tangan, beban seberat apa pun akan terasa ringan dan bisa kita selesaikan bersama dengan cepat,” tukas Amran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa