Akurat

Ini Penyebab Surplus Beras RI Melonjak 243 Persen dalam 3 Tahun

Hefriday | 8 Januari 2026, 21:59 WIB
Ini Penyebab Surplus Beras RI Melonjak 243 Persen dalam 3 Tahun

AKURAT.CO Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat peningkatan signifikan surplus beras nasional dalam 3 tahun terakhir. Surplus produksi beras tercatat melonjak hingga 243,2%.

Pada 2022 lalu, surplus beras RI mencapai 1,02 juta ton. Ini didapat dari produksi beras mencapai 31,54 juta ton dengan konsumsi 30,51 juta ton. Sementara pada 2025, surplus produksi beras tercatat mencapai 3,52 juta ton yang berasal dari total produksi beras nasional sebesar 34,71 juta ton dan kebutuhan konsumsi tahunan berada di level 31,19 juta ton. 

“Dengan demikian, surplus produksi terhadap konsumsi beras di tahun 2025 meningkat pesat hingga 243,2 persen dibandingkan tahun 2022,” ujar Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Amran di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
 
 
Amran menambahkan, capaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional yang kokoh, mandiri, dan berkelanjutan. Menurutnya, swasembada beras juga merupakan bentuk perlindungan negara terhadap petani.
 
“Ini merupakan langkah nyata dan tekad pemerintah untuk melindungi petani sebagai elemen penting dalam kerangka percepatan swasembada pangan,” imbuh Amran.
 
Capaian swasembada beras 2025 juga diperkuat dengan nihilnya impor beras untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Bapanas menegaskan tidak ada penugasan impor beras kepada Perum Bulog pada tahun tersebut.
 
Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2022, pemerintah masih melakukan impor CBP sebanyak 57,4 ribu ton. Selanjutnya pada 2023, Bulog merealisasikan pengadaan beras luar negeri sebesar 2,81 juta ton, dan meningkat menjadi 3,85 juta ton pada 2024.
 
Amran menegaskan, salah satu strategi kunci peningkatan produksi beras nasional adalah menjaga harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani. Pemerintah bersama Bulog berhasil menjaga harga tersebut sepanjang 2025.
 
Penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) GKP sebesar Rp6.500 per kilogram diterapkan melalui Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2025 dan Keputusan Kepala Bapanas Nomor 14 Tahun 2025. Kebijakan ini dinilai memberi kepastian dan meningkatkan semangat produksi petani.
 
Puncak pengakuan atas capaian swasembada beras disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam kegiatan panen raya di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). Presiden menegaskan Indonesia telah berdiri mandiri tanpa ketergantungan impor.
 
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini Rabu 7 Januari 2026, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025,” ujar Prabowo.
 
Presiden menilai keberhasilan tersebut merupakan kemenangan penting bangsa Indonesia, hasil kerja keras petani dan seluruh pelaku sektor pertanian, sekaligus menjadi fondasi kuat bagi ketahanan pangan nasional ke depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa