Stok Beras Bulog Lampaui 3 Juta Ton, Amran: Tertinggi dalam 10 Tahun
Hefriday | 8 Januari 2026, 21:47 WIB

AKURAT.CO Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat penyerapan cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai level tertinggi dalam satu dekade terakhir.
Capaian ini mencerminkan penguatan cadangan pangan nasional sekaligus kesiapan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga beras dan melakukan intervensi di seluruh wilayah Indonesia.
Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan stok CBP sempat menyentuh angka 4 juta ton pada pertengahan 2025.
Hingga akhir tahun, stok tersebut berada di level 3,2 juta ton, tetap menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah pengelolaan pangan nasional.
"Sejak 24 Januari 2025 pemerintah telah menugaskan pengadaan gabah dan beras dengan target setara beras sebesar 3 juta ton sepanjang tahun. Penugasan ini menjadi bagian dari strategi memperkuat cadangan nasional sekaligus menyerap hasil panen petani dalam negeri," ujarnya di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Dalam catatan Bapanas, Perum Bulog berhasil merealisasikan pengadaan setara beras dari produksi domestik hingga 31 Desember 2025 sebesar 3,44 juta ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 3,2 juta ton dialokasikan untuk stok CBP, sementara sisanya digunakan untuk kebutuhan komersial.
Tingkat penyerapan tersebut setara dengan sekitar 10% dari total produksi beras nasional 2025 yang mencapai 34,71 juta ton. Angka ini dinilai signifikan karena menunjukkan peran aktif negara dalam menyerap hasil panen petani di tengah fluktuasi pasar.
Menurut Amran, realisasi penyerapan setara beras sebesar 3,2 juta ton untuk stok CBP merupakan yang terbesar dalam 10 tahun terakhir. Capaian ini melampaui tren penyerapan pada periode-periode sebelumnya yang cenderung berada di bawah 3 juta ton.
Ia menambahkan, penyerapan beras dalam negeri pada 2012 dan 2013 masing-masing pernah mencapai 3,6 juta ton dan 3,5 juta ton. Namun setelah itu, hingga sebelum 2025, penyerapan Bulog tidak pernah lagi menembus angka 3 juta ton.
Bapanas menilai capaian tersebut menjadi indikator keseriusan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui kepastian serapan hasil produksi dalam negeri.
Realisasi penyerapan beras ini telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo dalam agenda Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (7/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah menegaskan komitmen untuk menjaga kesinambungan swasembada. Selain CBP, Amran juga memaparkan kondisi stok beras nasional pada awal 2026 yang dinilai sangat memadai.
Total stok beras nasional tercatat mencapai 12,53 juta ton, termasuk stok di gudang Bulog serta beras yang tersebar di tingkat rumah tangga produsen dan konsumen, penggilingan, pedagang, hingga sektor horeka.
Dirinya menegaskan tingginya stok tersebut seharusnya menjadi penyangga kuat bagi stabilitas harga beras. Bahkan, stok beras di sektor hotel, restoran, dan katering disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah, meningkat sekitar 49 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras di Kecamatan Cilebar, Karawang. Kepala Negara mengapresiasi pencapaian yang diraih dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar satu tahun sejak program dijalankan.
Prabowo juga menegaskan tekad pemerintah untuk menjaga swasembada pangan secara berkelanjutan.
Tidak hanya beras, pemerintah menargetkan swasembada komoditas pangan strategis lainnya seperti jagung, singkong, dan bawang putih demi mewujudkan kemandirian pangan nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










