Prediksi Harga Emas 2026: Masih Jadi Safe Haven di Tengah Ketidakpastian Ekonomi?

AKURAT.CO Ketika pasar saham bergerak liar, suku bunga berubah arah, dan isu geopolitik kembali memanas, banyak investor bertanya: ke mana harus menyimpan aset agar tetap aman? Prediksi Harga Emas 2026 pun menjadi topik yang semakin sering dicari, terutama oleh milenial dan Gen Z yang mulai serius membangun portofolio jangka panjang.
Tahun ini dibuka dengan situasi geopolitik dan ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Volatilitas IHSG, rotasi sektor global, hingga ekspektasi perubahan kebijakan suku bunga membuat arah market terasa tidak menentu. Dalam kondisi seperti ini, emas kembali dilirik sebagai safe haven—aset yang dianggap mampu menjaga nilai ketika instrumen lain bergejolak.
Dalam sebuah diskusi investasi bertajuk Golden Hours – Iftar & Market Prediction yang diselenggarakan Nanovest di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026, bahkan ditegaskan bahwa tahun depan akan menjadi periode kedewasaan pasar.
Dalam diskusi tersebut, Jason Nathanael, Investment Expert, mengatakan bahwa portofolio ideal ke depannya bukan lagi soal memilih satu aset terbaik, melainkan mengkombinasikan beberapa peran aset.
“Portofolio ideal ke depan bukan lagi soal memilih satu aset terbaik, melainkan mengkombinasikan beberapa peran aset. Aset pertumbuhan menangkap peluang ekonomi baru, sementara aset defensif menjaga daya beli," ujar Jason.
Prediksi Harga Emas 2026
Prediksi Harga Emas 2026 cenderung mengarah pada skenario tetap kuat (higher for longer) dengan potensi kenaikan moderat, terutama jika:
Suku bunga global mulai turun
Inflasi masih membayangi ekonomi
Ketegangan geopolitik belum mereda
Permintaan bank sentral terhadap emas meningkat
Emas berpotensi tetap menjadi emas safe haven utama, terutama jika ekonomi global melambat atau memasuki fase resesi ringan. Namun, kenaikan tidak selalu linier—volatilitas jangka pendek tetap mungkin terjadi.
Mengapa Emas Disebut Safe Haven?
Emas disebut safe haven karena historisnya cenderung bertahan atau naik saat pasar berisiko mengalami tekanan.
Beberapa alasannya:
✅ Tidak tergerus inflasi dalam jangka panjang
✅ Tidak bergantung pada kinerja satu perusahaan atau negara
✅ Likuid dan diterima secara global
✅ Jadi lindung nilai saat mata uang melemah
Saat krisis finansial atau resesi, investor global sering memindahkan dana dari saham ke emas. Inilah yang membuat emas sering naik ketika aset berisiko terkoreksi.
Dalam konteks 2026, emas kembali diproyeksikan tetap kuat. Dalam sesi market outlook disebutkan bahwa emas berpotensi bertahan sebagai aset defensif utama, didukung ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas 2026
Untuk memahami prospek harga emas 2026, ada beberapa faktor utama yang perlu diperhatikan:
1️⃣ Suku Bunga Global
Jika bank sentral seperti The Fed menurunkan suku bunga, emas biasanya diuntungkan. Mengapa? Karena imbal hasil obligasi turun, sehingga emas menjadi lebih menarik.
Emas saat suku bunga turun sering mengalami kenaikan permintaan.
2️⃣ Inflasi & Perlambatan Ekonomi
Emas dikenal sebagai emas lindung nilai inflasi. Jika inflasi tetap tinggi atau daya beli melemah, emas cenderung diminati.
3️⃣ Ketegangan Geopolitik
Konflik regional atau ketidakpastian politik global bisa memicu lonjakan permintaan emas.
4️⃣ Permintaan Bank Sentral
Beberapa tahun terakhir, pembelian emas oleh bank sentral meningkat sebagai bagian diversifikasi cadangan devisa.
Semua faktor ini akan menjadi penentu arah emas 2026.
Prediksi Harga Emas 2026 dan Skenario Ekonomi
Dalam diskusi pasar, disampaikan bahwa 2026 akan menjadi fase yang lebih selektif bagi investor. Bukan lagi era mengejar keuntungan instan.
Jovita Widjaja, CMO Nanovest, mengatakan bahwa Nanovest melihat adanya perubah npola pikir investor belakangan ini.
"Fokusnya bukan lagi sekadar mencari investasi yang cepat naik, tetapi bagaimana membangun portofolio yang sehat dan bertahan dalam berbagai kondisi pasar yang penuh ketidakpastian," ujar Jovita.
Artinya, emas bukan untuk spekulasi jangka pendek, tetapi untuk stabilitas jangka panjang.
Emas vs Saham 2026: Mana Lebih Menarik?
Pertanyaan klasik: emas vs saham 2026, mana yang lebih menguntungkan?
Aspek | Emas | Saham |
|---|---|---|
Potensi Return | Moderat | Tinggi |
Risiko Volatilitas | Relatif rendah | Tinggi |
Fungsi | Lindung nilai | Pertumbuhan |
Cocok untuk | Stabilitas portofolio | Agresif & growth |
Jika ekonomi membaik drastis, saham bisa unggul. Namun jika ketidakpastian berlanjut, emas berpotensi menjadi penyeimbang risiko.
Strategi Beli Emas 2026 untuk Milenial & Gen Z
Bagi investor muda, pendekatan terbaik bukan all-in, melainkan strategi seimbang.
✔ Gunakan Dollar Cost Averaging
Beli emas secara bertahap setiap bulan agar tidak terjebak harga puncak.
✔ Tentukan Porsi Ideal
Umumnya 10–30% dari total portofolio, tergantung profil risiko.
✔ Pilih Instrumen
Emas fisik (logam mulia)
Emas digital
ETF emas
Strategi ini relevan terutama jika kamu khawatir terhadap skenario emas saat resesi.
Jangan Salah Paham tentang Emas
Ada beberapa hal yang sering disalahartikan:
Emas bukan instrumen cepat kaya
Safe haven bukan berarti bebas risiko
Harga emas tetap bisa turun dalam jangka pendek
FOMO saat harga tinggi bisa merugikan
Ketika semua orang ramai memborong emas, justru saat itu risiko koreksi meningkat. Bijaklah membaca momentum.
Simulasi Kasus: Investor Usia 28 Tahun
Misal, seorang investor usia 28 tahun punya dana Rp3 juta per bulan.
Skenario 1: 100% Saham
Potensi return tinggi, tetapi saat pasar turun 20%, portofolio bisa terpukul signifikan.
Skenario 2: 70% Saham + 30% Emas
Jika saham turun, emas berpotensi menahan penurunan total portofolio.
Hasilnya lebih stabil dan psikologis lebih tenang.
Di sinilah fungsi emas sebagai penyeimbang risiko bekerja nyata.
Kenapa Emas Penting di 2026?
Karena 2026 diprediksi menjadi tahun penuh penyesuaian:
Transisi kebijakan suku bunga
Ketidakpastian geopolitik
Ancaman perlambatan ekonomi
Jika tidak memiliki aset defensif, portofolio bisa terlalu rentan terhadap guncangan pasar.
Bagi kelas menengah yang sedang membangun aset, kehilangan momentum karena volatilitas ekstrem bisa berdampak panjang. Investasi emas 2026 menjadi salah satu cara menjaga daya beli tetap stabil.
Penutup: Emas dan Ketenangan Finansial
Pada akhirnya, emas bukan soal mengejar keuntungan tertinggi. Ia soal ketenangan. Soal memiliki bantalan ketika badai datang.
Diversifikasi bukan sekadar teori—ia adalah strategi bertahan hidup dalam pasar yang tak selalu ramah.
Pantau terus pergerakan emas 2026 untuk melihat apakah momentum safe haven ini benar-benar berlanjut.
Baca Juga: Harga Turun, Minat Beli Emas Fisik Melonjak di Jewellery Fair 2026
Baca Juga: Lonjakan Harga Emas, Menperin Agus Minta Industri Perhiasan Harus Adaptif
FAQ
1. Apakah harga emas akan naik di 2026?
Prospek harga emas 2026 cenderung tetap kuat, terutama jika suku bunga turun dan inflasi masih tinggi. Namun kenaikan tidak selalu stabil karena faktor global bisa memicu volatilitas jangka pendek.
2. Mengapa emas disebut safe haven?
Emas disebut safe haven karena nilainya relatif stabil saat krisis ekonomi atau gejolak pasar. Investor global sering beralih ke emas ketika saham dan aset berisiko mengalami tekanan.
3. Apakah emas cocok untuk Gen Z?
Ya, terutama sebagai bagian dari diversifikasi portofolio. Gen Z yang punya horizon investasi panjang bisa menggabungkan aset pertumbuhan dan emas sebagai penyeimbang risiko.
4. Berapa porsi emas ideal dalam portofolio?
Umumnya 10–30% dari total aset, tergantung profil risiko. Investor konservatif bisa memilih porsi lebih besar dibanding investor agresif.
5. Kapan waktu terbaik beli emas 2026?
Strategi terbaik adalah membeli secara bertahap (dollar cost averaging) daripada menunggu harga terendah, karena timing pasar sulit diprediksi.
6. Apakah emas masih menarik saat suku bunga turun?
Ya. Emas saat suku bunga turun cenderung lebih menarik karena imbal hasil instrumen berbasis bunga menjadi kurang kompetitif dibanding aset lindung nilai seperti emas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









