Emas Masih Jadi Safe Haven, Target USD5.000 Terbuka di 2026

AKURAT.CO Harga emas diproyeksikan tetap menjadi salah satu aset yang paling mendapat perhatian pasar global pada tahun mendatang. Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik dunia, emas dinilai masih memiliki daya tarik kuat sebagai aset lindung nilai (safe haven).
Dikutip dari BeinCrypto, Minggu (28/12/2025) Dupoin Futures Indonesia melalui analis pasar, Andy Nugraha menilai, meskipun harga emas berpotensi mengalami tekanan koreksi pada akhir 2025, prospek pergerakan emas dunia atau XAU/USD pada 2026 masih menunjukkan kecenderungan positif. Bahkan, peluang untuk mencetak rekor harga baru dinilai tetap terbuka.
Berdasarkan analisis teknikal yang dipaparkan Andy Nugraha pada 13 November 2025, harga emas tercatat mengalami penurunan sekitar 10% pada pertengahan kuartal IV-2025.
Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, 26 Desember 2025: Semakin Meningkat!
Koreksi tersebut terjadi setelah reli panjang yang berlangsung hampir sepanjang tahun, sehingga dianggap sebagai proses wajar dalam siklus pergerakan pasar.
Andy menjelaskan, dari sisi struktur tren, pergerakan XAU/USD masih berada dalam tren naik untuk jangka menengah hingga panjang. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa tekanan yang terjadi lebih bersifat koreksi sehat, bukan pembalikan arah tren secara menyeluruh.
Menurutnya, selama harga emas mampu bertahan di atas zona support krusial, potensi kenaikan menuju level psikologis USD5.000 per ounce pada 2026 masih sangat memungkinkan. Target tersebut dinilai realistis apabila didukung oleh kondisi global yang kondusif.
Faktor penentu utama, lanjut Andy, antara lain arah kebijakan moneter bank sentral global, khususnya The Federal Reserve, serta stabilitas ekonomi makro dunia. Selain itu, eskalasi geopolitik dan ketegangan di sejumlah kawasan juga berpotensi memperkuat permintaan emas.
Meski prospeknya positif, Andy mengingatkan bahwa volatilitas harga emas diperkirakan tetap tinggi. Oleh karena itu, investor dan trader diimbau untuk tetap waspada serta tidak mengabaikan potensi fluktuasi tajam yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Dirinya juga menekankan pentingnya mempertimbangkan skenario alternatif. Jika terjadi pembalikan tren akibat tekanan jual signifikan atau perubahan sentimen global secara mendadak, harga emas berpeluang mengalami pelemahan lanjutan.
Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, 25 Desember 2025: Masih Naik Tipis!
Dalam skenario negatif, XAU/USD diproyeksikan dapat turun menuju area USD3.500 per ounce pada 2026.
Sejalan dengan itu, Dupoin Futures Indonesia mengimbau pelaku pasar untuk menerapkan manajemen risiko yang ketat. Strategi pengelolaan risiko dinilai menjadi kunci dalam menyikapi pergerakan harga emas yang dinamis di tahun mendatang.
Dari sisi fundamental, proyeksi Dupoin Futures Indonesia sejalan dengan pandangan sejumlah institusi keuangan internasional. HSBC, misalnya, memperkirakan harga emas berpotensi menembus USD5.000 per ounce pada paruh pertama 2026.
Proyeksi tersebut didorong oleh meningkatnya tensi geopolitik, ketidakpastian ekonomi global, serta pembelian emas dalam jumlah besar oleh bank sentral dunia.
Sementara itu, JP Morgan menilai tren penguatan emas masih akan berlanjut dalam jangka panjang. Bank investasi tersebut memproyeksikan harga emas dapat mencapai USD6.000 per ounce dalam beberapa tahun ke depan, seiring meningkatnya risiko stagflasi, potensi pelonggaran moneter The Fed, serta lonjakan permintaan emas global yang diperkirakan melampaui 500 ton per kuartal pada 2026.
Adapun Bank of America memperkirakan rata-rata harga emas pada 2026 berada di kisaran USD4.400 per ounce, dengan peluang menembus USD5.000 jika permintaan investasi terus menguat.
Beragam proyeksi tersebut mempertegas pandangan bahwa emas berpotensi memasuki fase “super cycle” baru, meskipun risiko koreksi tetap perlu menjadi perhatian utama investor dan trader sepanjang tahun mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









