Akurat

Amran Tegaskan Target Produksi Gula 3 Juta Ton pada 2026

Yosi Winosa | 27 Desember 2025, 14:57 WIB
Amran Tegaskan Target Produksi Gula 3 Juta Ton pada 2026
 
AKURAT.CO Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menargetkan produksi gula nasional mencapai 3 juta ton pada 2026. 
 
Target tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat swasembada gula, menekan impor, sekaligus meningkatkan kemandirian pangan nasional.
 
Amran menyebut saat ini produksi gula nasional berada di kisaran 2,68 juta ton. Dengan peningkatan produksi hingga sekitar 3 juta ton, kebutuhan konsumsi gula putih nasional diharapkan dapat sepenuhnya dipenuhi dari produksi dalam negeri mulai tahun depan.
 
“Dari produksi saat ini sekitar 2,68 juta ton, ditargetkan naik menjadi sekitar 3 juta ton pada tahun depan (2026). Dengan demikian, kebutuhan konsumsi nasional gula putih dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri,” ujar Amran dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (27/12/2025). 
 
Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Pertanian menyiapkan langkah strategis berupa perluasan dan optimalisasi lahan tebu secara nasional hingga 100 ribu hektare. Program ini diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas dan pasokan bahan baku industri gula.
 
 
Dari total target perluasan lahan tersebut, sekitar 70 ribu hektare atau 70% akan difokuskan di Jawa Timur. Provinsi ini dinilai memiliki peran krusial karena menjadi sentra utama produksi tebu nasional.
 
“Pemerintah menargetkan perluasan dan optimalisasi lahan tebu hingga 100 ribu hektare secara nasional, dengan sekitar 70 ribu hektare atau 70 persen berada di Jawa Timur,” kata Amran.
 
Amran menegaskan keberhasilan Jawa Timur akan sangat menentukan capaian target nasional. Pasalnya, lebih dari separuh kebun tebu nasional berada di provinsi tersebut, sehingga peningkatan produktivitas di Jawa Timur akan berdampak langsung pada produksi gula nasional.
 
“Kalau Jawa Timur berhasil, nasional insya Allah tahun depan kita tidak akan impor gula putih. Karena lebih dari 50 persen kebun tebu nasional ada di Jawa Timur,” tegasnya.
 
Amran juga menargetkan Indonesia dapat menghentikan impor gula putih mulai tahun depan. Penghentian impor tersebut akan dicapai melalui akselerasi pengembangan tebu secara masif, terutama di wilayah-wilayah sentra produksi.
 
Upaya peningkatan produksi gula ini dilakukan melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN perkebunan, hingga dukungan aparat penegak hukum. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan percepatan realisasi program di lapangan.
 
Sebagai bagian dari langkah percepatan, Kementerian Pertanian telah menggelar rapat Koordinasi Percepatan Hilirisasi Perkebunan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, BUMN perkebunan, serta jajaran terkait di Surabaya. “Ini akan kita kerjakan bertahap mulai sekarang hingga Januari-Maret tahun depan,” ujar Amran.
 
Selain perluasan lahan, pemerintah juga menyiapkan dukungan sarana dan prasarana produksi. Khusus di Jawa Timur, Kementerian Pertanian akan menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian, termasuk sedikitnya 100 unit traktor dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah.
 
Bantuan tersebut diharapkan mampu mempercepat proses budidaya tebu dan meningkatkan produktivitas di tingkat petani. Dengan dukungan teknologi dan mekanisasi, biaya produksi dapat ditekan dan hasil panen lebih optimal.
 
Amran optimistis apabila seluruh target pengembangan tebu dapat terealisasi, produksi gula nasional akan meningkat signifikan. Hal ini tidak hanya berdampak pada penguatan swasembada, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan petani tebu.
 
“Kalau ini terwujud, kita tidak hanya berhenti impor gula putih, tetapi juga memperkuat kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani tebu,” tukasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa