Akurat

Sidak Pasar, Mentan Tegaskan Harga Pangan Wajib Patuhi HET

Yosi Winosa | 30 Desember 2025, 22:28 WIB
Sidak Pasar, Mentan Tegaskan Harga Pangan Wajib Patuhi HET

AKURAT.CO Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025), guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

Sidak ini dilakukan sebagai langkah pengawasan langsung pemerintah terhadap potensi lonjakan harga pangan di lapangan.
 
Dalam kunjungannya, Mentan Amran menegaskan tidak boleh ada pihak yang memanfaatkan momentum hari besar keagamaan untuk menaikkan harga pangan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). 
 
Amran menilai praktik tersebut merugikan masyarakat dan mencederai upaya pemerintah menjaga daya beli.
 
“Kami tidak ingin ada yang memanfaatkan situasi Natal dan Tahun Baru lalu seenaknya menaikkan harga di atas HET. Kita adalah produsen minyak goreng terbesar di dunia, tidak ada alasan harga naik. Semua harus mengikuti HET yang berlaku,” ujar Amran.
 
 
Pada sidak tersebut, Mentan Amran menemukan harga minyak goreng rakyat di tingkat pengecer masih dijual di atas HET, dengan kisaran mencapai Rp18.000 per liter. 
 
Temuan ini menjadi perhatian serius pemerintah, mengingat minyak goreng merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Meski demikian, Mentan Amran menegaskan penelusuran dan penindakan tidak akan menyasar pedagang eceran. 
 
Pemerintah akan memfokuskan pengawasan pada rantai pasok di hulu, khususnya produsen dan distributor yang diduga menjadi penyebab kenaikan harga. “Jangan diganggu pedagang pengecernya. Yang ditelusuri itu produsennya langsung. Tidak ada alasan harga minyak goreng naik,” tegasnya.
 
Menurut Mentan Amran, secara nasional tidak terdapat faktor fundamental yang mendorong kenaikan harga pangan. 
 
Produksi sejumlah komoditas utama, seperti beras dan minyak goreng, saat ini dinilai dalam kondisi tinggi dan mencukupi kebutuhan dalam negeri. “Sekarang beras dan minyak goreng tidak ada alasan untuk naik. Produksinya tinggi, stok aman,” ujarnya.
 
Mentan Amran juga mengingatkan agar pedagang kecil tidak menjadi korban dari praktik tidak sehat di tingkat hulu. 
 
Dirinya menyoroti adanya perilaku mencari keuntungan berlebihan yang justru membebani masyarakat, terutama di momen perayaan besar. “Jangan ganggu pedagang kecil. Yang mencari untung banyak itu di atas. Keserakannya sudah tinggi sekali,” katanya.
 
Pemerintah, lanjut Mentan Amran, tidak akan ragu mengambil langkah tegas terhadap pelaku usaha di hulu apabila terbukti sengaja memainkan harga. Sanksi berat, termasuk penyegelan hingga pencabutan izin usaha, siap diterapkan.
 
“Kalau memang sengaja mencari keuntungan berlebihan, bisa disegel dan izinnya dicabut,” tegas Mentan.
 
Di sisi lain, Mentan Amran mengapresiasi pedagang beras yang telah mematuhi aturan dengan menjual di bawah HET. Kepatuhan tersebut dinilai penting dalam menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat. “Kami ucapkan terima kasih kepada pedagang yang konsisten menurunkan harga beras di bawah HET,” ucapnya.
 
Salah satu pedagang Pasar Tebet Barat, Junaidi, mengungkapkan bahwa kenaikan harga minyak goreng tidak berdampak signifikan pada keuntungan pedagang. 
 
Menurutnya, margin yang diperoleh relatif kecil dan pedagang juga mempertimbangkan kondisi masyarakat. “Keuntungan per liter sekitar Rp1.000-an. Kalau dinaikkan terus, kasihan juga rakyat,” ujarnya.
 
Menutup sidak, Mentan Amran menegaskan pemerintah kini tidak lagi hanya mengandalkan imbauan. Penegakan aturan akan dilakukan secara tegas demi menjaga stabilitas harga pangan dan melindungi masyarakat selama periode Nataru.
 
“Kalau dulu hanya imbauan. Sekarang, kalau ada yang melanggar, pasti ditindak,” tukasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa