Akurat

Harbolnas 2025 Lampaui Target, Transaksi Tembus Rp36,4 Triliun

Andi Syafriadi | 5 Januari 2026, 14:20 WIB
Harbolnas 2025 Lampaui Target, Transaksi Tembus Rp36,4 Triliun

AKURAT.CO Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat pelaksanaan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025 yang berlangsung pada 10–16 Desember berhasil melampaui target transaksi yang telah ditetapkan.

Dengan total nilai transaksi selama periode tersebut mencapai Rp36,4 triliun. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan target awal yang dipatok di kisaran Rp33–34 triliun.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyebut hasil Harbolnas tahun ini menjadi sinyal positif bagi pergerakan ekonomi nasional menjelang penutupan tahun.

Baca Juga: Ada Harbolnas, Airlangga Optimistis Belanja Masyarakat Tembus Rp110 Triliun

Jika dibandingkan dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya, nilai transaksi Harbolnas 2025 mengalami pertumbuhan signifikan. Pada 2024, total transaksi tercatat sebesar Rp31,2 triliun, sehingga tahun ini terjadi peningkatan sekitar 17%.

“Harbolnas 2025 mencetak total transaksi sebesar Rp36,4 triliun atau meningkat 17 persen dibandingkan tahun lalu. Ini menunjukkan bahwa perayaan belanja daring dapat menjadi momentum strategis untuk mendorong daya beli masyarakat di akhir tahun,” ujar Budi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (5/1/2026).

Dari sisi partisipasi pelaku usaha, Harbolnas 2025 melibatkan lebih dari 1.300 entitas bisnis. Mereka terdiri atas pedagang, peritel daring, hingga penyedia layanan lokapasar atau marketplace yang beroperasi di berbagai platform perdagangan digital.

Baca Juga: Permudah Transaksi UMKM Jelang Harbolnas, WhatsApp Luncurkan Fitur Baru

Kemendag juga mencatat kontribusi signifikan dari produk dalam negeri. Produk lokal menyumbang sekitar 45,6% dari total transaksi Harbolnas 2025, atau setara dengan Rp16,6 triliun.

Nilai transaksi produk lokal tersebut mengalami kenaikan sekitar 3 dibandingkan tahun sebelumnya, atau bertambah sekitar Rp500 miliar.

Hal ini menunjukkan adanya tren peningkatan minat konsumen terhadap produk buatan dalam negeri.

Adapun tiga kategori produk lokal yang paling banyak diminati masyarakat selama Harbolnas 2025 adalah fesyen dan pakaian olahraga, produk perawatan diri, serta makanan dan minuman. Ketiga kategori ini dinilai memiliki daya saing yang kuat di platform digital.

Menurut Budi, capaian tersebut mencerminkan penguatan preferensi masyarakat terhadap produk lokal di tengah masifnya perdagangan melalui sistem elektronik.

Pemerintah pun berkomitmen untuk terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin aktif memanfaatkan momentum belanja daring.

Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kualitas produk, perluasan akses pasar, serta penguatan kapasitas digital UMKM agar mampu bersaing secara berkelanjutan di ekosistem perdagangan digital yang semakin kompetitif.

Ke depan, Kemendag berharap Harbolnas dapat terus menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya pada triwulan IV. Program ini juga dinilai sejalan dengan pelaksanaan EPIC Sale dan BINA Great Sale.

Jika digabungkan, ketiga program belanja nasional tersebut menargetkan total nilai transaksi hingga Rp110 triliun sepanjang 2025. Pemerintah berharap sinergi ini dapat mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih luas.

Selain mendorong konsumsi, pelaku usaha juga diharapkan dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk mengembangkan skala bisnis, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan kapabilitas digital guna menghadapi persaingan di sektor perdagangan elektronik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
A