Mendag Budi: Indonesia Harus Jadi Mitra Dagang yang Bisa Dipercaya

AKURAT.CO Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menegaskan komitmen Indonesia untuk terus menjunjung prinsip perdagangan internasional yang adil dan saling menguntungkan.
Dirinya menyebut Indonesia harus tampil sebagai mitra dagang yang dapat dipercaya di tengah dinamika global yang semakin kompetitif.
“Kita harus menjadi mitra dagang yang fair, yang adil dan saling membutuhkan,” ujar Budi saat ditemui di Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Baca Juga: MinyaKita Bakal Diambil Alih BUMN? Kemendag Bongkar Skema Baru Distribusi!
Budi, yang akrab disapa Busan, menyampaikan bahwa Indonesia tidak akan mengikuti tren proteksionisme yang mulai kembali mencuat di sejumlah negara.
Menurutnya, pendekatan yang terlalu protektif justru dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan merusak iklim perdagangan global.
“Kita tidak ingin ikut tren proteksionis, ingin menang sendiri. Kita ingin perdagangan yang adil dan saling bermanfaat, sehingga ekspor dari masing-masing negara mitra bisa tumbuh,” katanya.
Busan menambahkan, pemerintah terus berupaya memperluas akses pasar global sebagai bagian dari komitmen untuk mempertahankan keterbukaan ekonomi.
Langkah ini dilakukan melalui peningkatan kerja sama bilateral maupun multilateral.
Sejumlah perjanjian dagang internasional telah rampung dan disepakati Indonesia, di antaranya dengan Uni Eropa, Kanada, kawasan Eurasia, hingga Peru.
Baca Juga: 500 Balpres Ilegal Dibakar! Segini Nilai Fantastis Sitaan Pakaian Bekas oleh Kemendag
Kesepakatan tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Budi mengungkapkan bahwa kinerja ekspor Indonesia juga menunjukkan tren positif. Pada periode Januari–Agustus 2025, nilai ekspor nasional tercatat naik 7,72% menjadi USD185,13 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Selama delapan bulan itu, Indonesia membukukan surplus perdagangan sebesar USD29,14 miliar. Surplus tersebut sekaligus memperpanjang catatan surplus neraca dagang Indonesia menjadi 64 bulan berturut-turut.
Dengan berbagai peluang pasar yang semakin terbuka, Busan berharap pelaku usaha segera memanfaatkan ruang yang tersedia.
Dirinya menilai keterlibatan aktif eksportir menjadi kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan.
“Kita ingin begitu akses pasar terbuka melalui perjanjian dagang, para pelaku usaha bisa langsung mencari mitra untuk meningkatkan ekspor,” katanya.
Budi menegaskan bahwa implementasi perjanjian dagang akan membawa banyak keuntungan bagi Indonesia, mulai dari penghapusan tarif hingga berkurangnya hambatan teknis perdagangan.
“Misalnya tarif 0 persen atau hambatan perdagangan yang hilang. Itu harus kita manfaatkan untuk mengejar pasar di berbagai negara dan mendorong ekspor nasional,” ujar Busan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









