Ada FTA, Perdagangan RI-Eurasia Dibidik Melonjak 100 Persen
Yosi Winosa | 13 Desember 2025, 07:02 WIB

AKURAT.CO Perdagangan Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union/EAEU) ditarget naik hingga dua kali lipat menyusul kesepakatan perdagangan bebas Indonesia–Uni Ekonomi Eurasia (Indonesia–EAEU Free Trade Agreement/I-EAEU FTA) resmi diteken.
Target ambisius itu disebut sebagai langkah strategis untuk memperluas pasar ekspor nasional sekaligus memperkuat rantai pasok industri dalam negeri. “Kita sih targetnya dua kali lipat, 100 persen target kita,” ujar Menteri Perdagangan, Budi Santoso di Jakarta, Sabtu (13/12/2025).
Ia menilai peluang kerja sama dengan blok ekonomi tersebut jauh lebih besar dibanding kondisi saat ini.
Dengan berlakunya I-EAEU FTA, seluruh produk Indonesia yang masuk ke pasar negara-negara anggota EAEU termasuk Rusia, Kazakhstan, Armenia, Belarusia, dan Kyrgyzstan akan mendapatkan fasilitas tarif 0%.
Kebijakan ini diyakini menjadi pendorong utama peningkatan daya saing ekspor Indonesia di kawasan tersebut. Budi menjelaskan bahwa pasar Indonesia di wilayah EAEU sejatinya sudah cukup besar dan memiliki ruang pertumbuhan.
Baca Juga: Mendag Optimistis Harbolnas Berkontribusi Signifikan ke Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025
Selain memperluas pasar ekspor, Indonesia juga banyak mengimpor komoditas strategis dari kawasan tersebut, seperti gandum dan pupuk. Kedua komoditas itu merupakan bahan baku vital bagi sektor pangan dan pertanian nasional.
“Pasar kita di sana cukup besar, dan kita juga impor barang-barang modal dari sana. Ada gandum, ada fertilizer untuk pupuk,” ujar Budi.
Berdasarkan data Kemendag, nilai perdagangan Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia pada 2024 tercatat mencapai USD4,1 miliar.
Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia mencapai USD1,5 miliar atau tumbuh 36% dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, impor dari kawasan tersebut berada di angka USD2,4 miliar, turun 4% secara tahunan.
Pemerintah menilai sejumlah produk unggulan Indonesia memiliki potensi ekspor yang kuat ke pasar EAEU, terutama minyak kelapa sawit (CPO), tekstil, produk manufaktur, serta komoditas pertanian dan perikanan. Tarif 0% dinilai dapat memperkuat penetrasi produk-produk tersebut di pasar Eurasia.
Penandatanganan I-EAEU FTA ditargetkan berlangsung paling cepat pada 20–21 Desember 2025 dalam gelaran EAEU Summit di St. Petersburg, Rusia.
Saat ini, pemerintah Indonesia dan EAEU masih melakukan koordinasi intensif untuk memastikan kesiapan seluruh persyaratan teknis sebelum penandatanganan.
Menurut Budi, seluruh negara anggota EAEU tengah menyelesaikan prosedur internal yang diperlukan untuk merampungkan perjanjian tersebut.
Dirinya berharap dokumen perdagangan bebas itu dapat ditandatangani pada tingkat Menteri Perdagangan di hadapan para kepala negara yang menghadiri pertemuan puncak tersebut.
“Kami berharap proses ini selesai tepat waktu sehingga penandatanganan dapat dilakukan di EAEU Summit mendatang,” kata Budi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










