Akurat

Mentan Pastikan Harga Pangan Sesuai HET Jelang Nataru 2026

Hefriday | 18 Desember 2025, 19:55 WIB
Mentan Pastikan Harga Pangan Sesuai HET Jelang Nataru 2026

AKURAT.CO Pemerintah menegaskan tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Penindakan tegas akan langsung dilakukan apabila ditemukan pelanggaran di lapangan.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyampaikan hal tersebut usai Rapat Koordinasi Stabilisasi Pengendalian Pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nataru. 
 
Dalam rapat itu, pemerintah bersama pelaku usaha pangan menyepakati komitmen menjaga harga tetap sesuai ketentuan. Amran menegaskan, kesepakatan utama yang dicapai adalah larangan menjual komoditas pangan di atas HET. 
 
Pemerintah, kata dia, ingin memastikan harga di tingkat konsumen tetap terjaga agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga wajar selama periode libur akhir tahun.
 
 
“Kita bersama seluruh asosiasi yang bergerak di bidang pangan sepakat, jangan ada menjual harga di atas HET. Itu kesepakatan kita yang pertama. Yang kedua, kita tetap menjaga harga di tingkat konsumen,” ujar Amran di Jakarta, Kamis (18/12/2025).
 
Mentan yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu menekankan bahwa masa imbauan kepada pelaku usaha telah berakhir. Pemerintah kini mengedepankan langkah pengawasan ketat dan penindakan langsung terhadap setiap pelanggaran yang ditemukan.
 
Dirinya memastikan, Satgas Pangan akan langsung diterjunkan apabila ada indikasi pelanggaran HET. Menurut Amran, langkah tegas ini diperlukan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan momentum Nataru untuk menaikkan harga secara tidak wajar.
 
“Saya sampaikan semua jangan melanggar HET. Jika melanggar HET, kita tindak. Bukan lagi imbauan. Masa imbauan sudah selesai. Kalau melanggar HET, kita tindak dan Satgas Pangan langsung turun,” tegasnya.
 
Amran menilai penegakan HET sangat memungkinkan dilakukan karena kondisi pasokan pangan nasional saat ini berada dalam keadaan aman dan mencukupi. Seluruh komoditas strategis dipastikan tersedia dalam jumlah yang memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
 
Ia merinci, pasokan ayam, telur, dan daging berada dalam kondisi cukup. Bahkan, harga beras disebut mengalami penurunan seiring dengan stok yang melimpah. Sementara itu, ketersediaan minyak goreng dinilai lebih dari cukup karena Indonesia merupakan salah satu produsen terbesar di dunia.
 
“Semua stok lebih dari cukup. Ayam, telur, daging cukup. Yang paling penting beras, alhamdulillah bahkan harganya turun. Minyak goreng juga cukup, bahkan lebih dari cukup karena kita produsen terbesar dunia,” jelas Amran.
 
Lebih lanjut, Amran menyebut seluruh asosiasi pangan telah menyatakan komitmen untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga selama periode Nataru. Pemerintah meminta komitmen tersebut dijalankan secara konsisten di seluruh daerah.
 
Dirinya kembali menegaskan tidak ada toleransi bagi pelaku usaha yang melanggar kesepakatan. Menurutnya, stabilitas harga pangan merupakan kunci menjaga daya beli masyarakat dan kestabilan ekonomi nasional.
 
“Semua asosiasi mengatakan stok cukup. Saya katakan tegas, enggak boleh naik. Kalau naik, kita tindak,” ujarnya.
 
Amran menambahkan, kebijakan penegakan HET ini bertujuan menjaga keseimbangan rantai pasok pangan dari hulu hingga hilir. Pemerintah ingin memastikan petani memperoleh harga yang layak, pedagang mendapatkan keuntungan wajar, dan konsumen tidak dirugikan.
 
“Kesimpulannya jelas, petani bahagia, pedagang untung, konsumen tersenyum. Itu kesepakatan kita,” kata Amran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa