Pelni Proyeksikan Penumpang Capai 555.962 saat Nataru 2026, Naik 0,81 Persen

AKURAT.CO PT Pelni memproyeksikan adanya 555.962 penumpang pada saat periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Angka ini naik 0,81% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 551.485 penumpang.
Direktur Utama PT Pelni, Tri Andayani mengatakan bahwa persebaran penumpang pada musim liburan tahun ini terbagi menjadi tiga klaster utama, yaitu barat, tengah, dan timur.
Wilayah barat diproyeksikan menampung sekitar 25%, sementara wilayah tengah menjadi yang tertinggi dengan 40%, dan wilayah timur menyumbang 35% dari total mobilitas penumpang.
Untuk melayani kebutuhan tersebut, klaster barat akan dilayani oleh empat kapal, yaitu KM Kelud, KM Dorolonda, KM Lawit, dan KM Bukit Raya. Sementara itu, klaster tengah mengoperasikan sepuluh kapal dengan berbagai kapasitas, dan klaster timur didukung oleh sebelas kapal.
Baca Juga: Tiket Pelni Diskon 50 Persen Mulai Besok, Buruan Beli
“Sebaran kapal penumpang didominasi klaster tengah dengan mobilitas tertinggi dari Makassar dan Baubau,” kata Tri dalam Konferensi Pers Persiapan Angkutan Nataru Pelni, Rabu (10/12/2025).
Tri menambahkan, pada periode Nataru 2025/2026, Pihaknya melihat adanya kenaikan jumlah penumpang dibandingkan dengan periode tahun lalu. Pelni memproyeksikan akan ada 555.962 masyarakat yang menggunakan kapal Pelni sebagai moda transportasi saat Nataru.
"Kalau kita lihat bahwa proyeksi total penumpang untuk tahun ini itu sebesar 555.962 penumpang atau ini meningkat dibanding tahun lalu sebesar 0,81%," tambahnya.
Lebih lanjut, Tri memproyeksikan puncak arus mudik akan terjadi pada H-5 dengan jumlah penumpang diperkirakan mencapai 26.855 orang. Adapun puncak arus balik diperkirakan terjadi pada H+11 dengan 24.718 penumpang.
Tri menyebutkan bahwa peningkatan tren jumlah penumpang terus terjadi dari 2022 hingga 2025, mencerminkan semakin besarnya minat masyarakat menggunakan transportasi laut.
Akan tetapi, Tri menyampaikan adanya penurunan penumpang kapal perintis, namun hal tersebut disebabkan oleh menurunnya jumlah kapal yang ditugaskan kepada Pelni.
"Jadi penurunannya bukan disebabkan oleh jumlah penumpang tetapi disebabkan oleh jumlah kapal yang diberikan tugasan kepada kami kapal perintis yang berkenaan," ujar Tri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










