Pemerintah Perkuat Sektor Pertanian Lewat Pupuk Murah hingga Revitalisasi Irigasi

AKURAT.CO Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian melalui pemenuhan pupuk bersubsidi, perbaikan total jaringan irigasi, serta kebijakan konkret yang langsung menyentuh kebutuhan petani di seluruh Indonesia.
Hal tersebut disampaikan dalam Gala Dinner Tani Merdeka di Semarang, Jawa Tengah, Senin (1/12/2025).
Menurut Sudaryono, selama satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sejumlah kebijakan strategis sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh para petani.
Baca Juga: Beras Medium Aman dan Surplus, Kementan: Impor Hanya untuk Kebutuhan Khusus dan Industri
Dirinya menyebut mulai dari ketersediaan pupuk, perbaikan distribusi, penurunan harga, hingga revitalisasi irigasi sebagai langkah nyata yang dilakukan pemerintah.
“Pupuk dicukupkan, distribusi diperbaiki, harga diturunkan, irigasi direvitalisasi, hingga berbagai instruksi Presiden dikeluarkan demi memperkuat sektor pangan,” ujarnya.
Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, menekankan bahwa pemerintah menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional.
Dirinya menegaskan kebijakan yang ditempuh selama ini tidak hanya memperbaiki tata kelola pangan, tetapi juga memperkuat posisi dan kesejahteraan petani sebagai pilar penting ketahanan nasional.
Terkait pupuk bersubsidi, ia menjelaskan pemerintah telah kembali memenuhi kuota yang sempat mengalami kekurangan.
Di sisi lain, sistem distribusi yang sebelumnya dianggap berbelit kini telah disederhanakan sehingga lebih cepat dan mudah diakses petani. Ia bahkan mencatat harga pupuk resmi turun sekitar 20% dalam beberapa pekan terakhir.
Pada aspek irigasi, Sudaryono menyoroti persoalan pembagian kewenangan yang selama ini membuat perbaikan jaringan irigasi sering mandek. Untuk itu, Presiden Prabowo menerbitkan instruksi yang memungkinkan pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten menangani semua jenis irigasi tanpa hambatan birokrasi.
Baca Juga: Mentan Amran Yakin Serapan Anggaran Kementan 2025 Tembus 93 Persen
“Saat ini hampir seluruh irigasi di Indonesia masuk tahap revitalisasi,” ucapnya.
Sudaryono menambahkan bahwa fokus utama Presiden saat ini adalah memastikan produksi pertanian meningkat dan kesejahteraan petani ikut terangkat.
Sudaryono menilai strategi tersebut jelas dan sederhana: jika pupuk tersedia, irigasi berjalan baik, maka produksi naik dan kesejahteraan petani pun membaik.
Lebih jauh, Sudaryono meminta para anggota Tani Merdeka untuk berani menyuarakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai berpihak kepada petani.
Dirinya menegaskan kebijakan yang dinilai benar tidak boleh didiamkan, terutama jika ada pihak-pihak yang berupaya menggagalkannya.
“Petani harus bersuara lebih keras dari mereka yang hanya ingin mencari keuntungan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran Forkopimda Jawa Tengah, tokoh masyarakat, serta struktur organisasi Tani Merdeka dari tingkat provinsi hingga desa.
Menurutnya, Tani Merdeka merupakan gerakan besar yang tumbuh dari akar rumput dan memiliki komitmen kuat terhadap kemajuan sektor pertanian.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang turut hadir menyampaikan bahwa daerahnya merupakan salah satu kontributor terbesar pangan nasional.
Sudaryono juga menyebut bahwa Jawa Tengah tercatat surplus beras dan jagung, serta unggul dalam komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang merah.
Ketua Dewan Pembina DPW Tani Merdeka Jawa Tengah, Luthfi, juga menyoroti menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Untuk itu, ia mendorong pembentukan SK Kecamatan Berdaya di seluruh kabupaten/kota sebagai langkah memperkuat program Petani Merdeka dan menumbuhkan minat petani milenial.
“Program-program pertanian harus terus kita desain agar benar-benar menarik bagi anak muda,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









