Akurat

Mentan Amran Yakin Serapan Anggaran Kementan 2025 Tembus 93 Persen

Hefriday | 24 November 2025, 19:33 WIB
Mentan Amran Yakin Serapan Anggaran Kementan 2025 Tembus 93 Persen

AKURAT.CO Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memastikan serapan anggaran Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2025 dapat mencapai 93 persen pada akhir Desember.

Keyakinan tersebut disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin (24/11/2025), di tengah sejumlah tantangan seperti blokir anggaran dan keterlambatan pelaksanaan program di daerah.

Hingga 20 November 2025, realisasi serapan anggaran Kementan tercatat mencapai 72,41% atau sekitar Rp22 triliun dari total pagu anggaran Rp31,91 triliun.

Amran menyebut angka tersebut sudah memasukkan perhitungan kontrak yang masih berjalan, kontrak pengadaan yang berada dalam masa lockdown, serta sejumlah komponen anggaran yang masih diblokir.

Baca Juga: Hilirisasi Rp371 Triliun, Kementan Siapkan 8 Juta Lapangan Kerja Baru

“Kami terus berupaya meningkatkan serapan anggaran. Diproyeksikan realisasi penyerapan sampai Desember bisa mencapai minimal 93 persen,” ujar Amran.

Dirinya menjelaskan, tahun ini Kementan memperoleh Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp2,46 triliun.

Tambahan ini merupakan instruksi langsung Presiden untuk percepatan peningkatan produksi komoditas strategis seperti tebu, kopi, kelapa, kakao, mente, lada, dan pala. Program diarahkan pada perluasan kawasan dan penguatan pembenihan.

Namun demikian, serapan anggaran sempat terhambat karena adanya blokir sebesar Rp8 triliun pada September.

Sebagian dari blokir itu masih bertahan hingga Oktober, membuat sejumlah kegiatan belum dapat dieksekusi optimal oleh satuan kerja di daerah.

Dari sisi lain, terdapat pula blokir perjalanan dinas senilai Rp136 miliar yang hanya dapat dicairkan apabila mendapat persetujuan resmi dari Kementerian Keuangan.

Selain itu, blokir non-perjalanan dinas yang bersumber dari pendanaan pinjaman luar negeri mencapai Rp572 miliar, sehingga pagu efektif Kementan menjadi Rp31,12 triliun sepanjang tahun berjalan.

Baca Juga: BMKG Prediksi Hujan Melimpah, Kementan Siapkan Strategi Tanam Nasional

Amran menegaskan, keterlambatan ini tidak mengurangi komitmen Kementan dalam mempercepat pelaksanaan program.

Monitoring intensif dilakukan secara harian, sementara koordinasi dengan pemerintah daerah diperkuat agar pelaksanaan kegiatan tetap akuntabel dan sesuai pedoman anggaran negara.

“Inilah salah satu penyebab serapan masih di angka 72 persen. Tapi insya Allah di akhir tahun kami upayakan 93 persen capaian belanja APBN,” tegasnya.

Komisi IV DPR RI meminta Kementan menjaga transparansi dan memastikan tidak ada program prioritas yang tertunda.

Selain itu, DPR mendorong agar anggaran ABT dapat digunakan secara efektif untuk meningkatkan produksi komoditas perkebunan yang ditargetkan naik pada 2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi