Akurat

Anthropic Tuduh Tiga Perusahaan AI China Curi Kemampuan Model Claude

Winna Wandayani | 26 Februari 2026, 21:04 WIB
Anthropic Tuduh Tiga Perusahaan AI China Curi Kemampuan Model Claude
Anthropic (Anthropic.com)

AKURAT.CO Anthropic, perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal Amerika Serikat, menuduh tiga perusahaan China melakukan praktik 'model mining'. Tiga perusahaan tersebut adalah DeepSeek, Moonshot AI dan MiniMax.

Mereka diduga berupaya menyalin kemampuan model andalan Anthropic, yakni Claude. Operasi ini disebut berjalan secara terkoordinasi dengan memanfaatkan puluhan ribu akun palsu.

Anthropic mengklaim terdapat lebih dari 16 juta interaksi dengan Claude yang dilakukan lewat sekitar 24.000 akun fiktif. Aktivitas tersebut dinilai melanggar aturan layanan dan membypass pembatasan akses di China.

Teknik yang menjadi sorotan adalah distillation dalam pengembangan AI. Metode ini melatih model kecil menggunakan output dari model yang lebih canggih.

Secara umum, distilasi dipakai untuk membuat model lebih efisien dan hemat biaya. Namun dalam kasus ini, teknik tersebut disebut digunakan tanpa izin untuk mengambil kemampuan eksklusif.

Anthropic menilai praktik tersebut bukan penggunaan wajar dalam riset AI. Perusahaan menyebutnya sebagai upaya ekstraksi kemampuan secara ilegal.

OpenAI sebelumnya juga menyampaikan tuduhan serupa kepada parlemen Amerika Serikat. Disebutkan ada infrastruktur teknis kompleks yang dipakai untuk menambang model AI canggih.

Dari tiga perusahaan yang dituduh, MiniMax disebut memiliki aktivitas paling besar. Perusahaan ini mencatat lebih dari 13 juta interaksi dan menargetkan fitur agentic reasoning.

Moonshot AI dilaporkan mengirim jutaan permintaan lewat ratusan akun berbeda. Sementara DeepSeek disebut mencoba merekonstruksi proses penalaran internal Claude untuk melatih modelnya.

Untuk menghindari deteksi, akses dilakukan melalui layanan proxy dengan sistem terdistribusi. Pola ini membuat pemblokiran sulit dilakukan karena akun yang diblokir segera digantikan oleh akun lain.

Dikutip dari CUInfoSecurity, Kamis (26/2/2026), Anthropic menilai kasus ini bukan hanya pelanggaran bisnis biasa. Perusahaan menyebutnya berpotensi mengancam keamanan nasional.

Model yang dilatih tanpa sistem pengamanan asli dikhawatirkan lebih berisiko. Pembatasan terhadap penyalahgunaan seperti senjata biologis atau serangan siber bisa saja tidak diterapkan.

Anthropic juga mengaitkan isu ini dengan kontrol ekspor chip AI ke China. Mereka menilai kemajuan AI China tak lepas dari akses semikonduktor canggih dan kemampuan yang diekstraksi dari model AS.

Di sisi lain, laporan Forecasting Research Institute memberi gambaran berbeda. Lembaga itu memperkirakan jarak performa AI AS dan China akan terus menyempit dalam dua dekade ke depan.

Artinya, perkembangan AI China tidak semata dipicu oleh praktik distilasi. Ada faktor riset, talenta dan investasi besar yang ikut berperan.

Situasi ini juga muncul di tengah gugatan hak cipta terhadap Anthropic dan OpenAI. Keduanya dituduh menggunakan data tanpa izin untuk melatih model AI mereka.

Sejumlah perusahaan media dan pemilik konten menggugat praktik tersebut. Hingga kini, perkara itu masih bergulir di pengadilan dan belum ada putusan final.

Sebagai respons, Anthropic memperkuat sistem deteksi dan verifikasi akun. Perusahaan juga mengembangkan perlindungan tambahan agar output Claude tidak mudah dipakai untuk pelatihan ilegal, tanpa mengganggu pengguna resmi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.