Akurat

Kebut Implementasi E10, Bahlil Bakal Kirim Tim ke Brasil

Dedi Hidayat | 24 Oktober 2025, 15:45 WIB
Kebut Implementasi E10, Bahlil Bakal Kirim Tim ke Brasil

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal mengirimkan tim ke Brasil untuk mengetahui lebih dalam implementasi mandatori E10 atau campuran 10% etanol dalam bensin.

Adapun, adanya pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Brasil Y.M. Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Negara, Kamis (23/10/2025).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut dalam pertemuan antara kedua pemimpin negara tersebut ada pembahasan mengenai implementasi campuran etanol dalam bensin yang sudah dilakukan oleh Brasil.

Bahlil menyebut pihaknya bakal mengirimkan tim ke Brasil untuk mempelajari lebih lanjut mengenai implementasi etanol dalam bensin.

“Kita 2027 kita akan rencana mandatori untuk E10. Dan karena ini sesuatu yang baru, maka tim saya akan kirim ke Brazil untuk bertukar pandangan dengan beberapa pakarnya di sana,” kata Bahlil saat ditemui di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jumat (24/10/2025).

Baca Juga: Mandatori E10, Bahlil: Paling Lama 2027 Bisa Jalan

Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bawah tim dari Brasil juga akan datang ke Indonesia untuk berbagi pandangan.

Pandangan tersebut mengenai implementasi bahan bakar campuran biodiesel berbasis minyak sawit 50% dengan minyak solar (B50).

“Tetapi di B40 ke B50 itu kita yang cepat. Mereka juga meminta untuk kita juga saling memberi informasi dan pengetahuan tentang pengalaman juga, termasuk dalam pendataan regulasi,” ujar Bahlil.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM), khususnya bensin.

Salah satu upaya yang akan ditempuh adalah rencana penerapan kebijakan mandatori E10, yakni campuran 10% etanol dalam bensin.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, kebijakan tersebut merupakan hasil arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan persetujuan awal untuk perencanaan mandatori E10.

“Kalau bensin ini 60 persen konsumsi bensin kita, itu masih impor. Maka ke depan kita akan mendorong untuk ada E10. Kemarin malam sudah kami rapat dengan Bapak Presiden. Bapak Presiden sudah menyetujui untuk direncanakan mandatori 10 persen etanol,” kata Bahlil dalam acara detiksore on location di Sarinah, Selasa (7/10/20225).

Bahlil menambahkan penerapan campuran etanol dalam bensin tidak hanya bertujuan menekan impor, tetapi juga memperbaiki kualitas bahan bakar nasional agar lebih ramah lingkungan.

“Dengan demikian kita akan campur bensin kita dengan etanol. Tujuannya apa? Agar tidak kita impor banyak dan juga untuk membuat minyak yang bersih. Yang ramah lingkungan,” tambah Bahlil.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.