Akurat

BKPM Sebut Kelangkaan BBM di SPBU Swasta Tak Pengaruhi Minat Investasi Jangka Panjang

Dedi Hidayat | 7 Oktober 2025, 14:30 WIB
BKPM Sebut Kelangkaan BBM di SPBU Swasta Tak Pengaruhi Minat Investasi Jangka Panjang

AKURAT.CO Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) menilai kelangkaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU swasta tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap investasi jangka panjang di Indonesia.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Nurul Ichwan mengatakan kelangkaan pasokan akan berpengaruh terhadap investasi di Tanah Air.

“Kalau menurut saya, ini dalam short term atau long term. Karena biasanya kan memang publik itu merespons informasi yang kadang-kadang beredar,” kata Nurul saat ditemui di Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Baca Juga: Kementerian ESDM Sebut BBM Campuran Etanol Bisa Tingkatkan Performa Mesin

Nurul menyebutkan, investor jangka panjang umumnya akan menunggu hasil evaluasi dan langkah penyelesaian dari pihak terkait, baik pemerintah, BUMN, maupun swasta. 

Setelah ada kepastian dan mekanisme check and balance yang jelas, kepercayaan pasar akan mengikuti hasil dari kebijakan yang disepakati pemerintah.

“Artinya apakah ini dalam investasi jangka panjang, khususnya di investasi langsung berpengaruh atau tidak, saya yakin investor menanti hasilnya dari ini,” ujarnya.

Meski begitu, Nurul mengakui bahwa sentimen jangka pendek di pasar keuangan, seperti di bursa saham, bisa saja terpengaruh oleh isu kelangkaan BBM tersebut.

“Tapi kalau ditanya pengaruhnya terhadap investasi jangka pendek, misalnya di bursa, mungkin saja ada pengaruhnya. Karena biasanya di bursa itu kan responnya terhadap pasar jangka pendek,” ucap Nurul.

Adapun, kelangkaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) terjadi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang dikelola oleh perusahaan swasta seperti Shell dan BP-AKR.

Menurut catatan Akurat, kelangkaan di SPBU milik Shell Cs terjadi sejak akhir bulan Agustus 2025. Dimana saat itu, beberapa pom pengisian BBM tidak menyediakan jenis BBM Ron 92 sampai 98 dan hanya menyediakan BBM jenis diesel.

Kelangkaan ini dibenarkan oleh perwakilan dari Shell dan BP. Keduanya perwakilan kompak menyebut bahwa pasokan ke beberapa SPBU memang menipis.

Bahkan, Shell mengungkapkan bahwa beberapa SPBU hanya melayani pergantian oli dan spare part saja.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.