Akurat

Kaleidoskop Migas 2025: Lifting Naik, RDMP Jalan, WK Digenjot

Andi Syafriadi | 28 Desember 2025, 13:30 WIB
Kaleidoskop Migas 2025: Lifting Naik, RDMP Jalan, WK Digenjot

AKURAT.CO Tahun 2025 menjadi periode penting bagi sektor minyak dan gas bumi (migas) nasional, di sektor hulu maupun sektor hilir.

Di tengah tekanan penurunan alamiah produksi migas dan dinamika geopolitik global, pemerintah berupaya menjaga ketahanan energi melalui kombinasi kebijakan peningkatan produksi, perbaikan tata kelola, hingga percepatan investasi hulu dan hilir.

Sejumlah isu strategis mewarnai perjalanan sektor migas sepanjang 2025, mulai dari optimisme pencapaian target lifting, penataan sumur minyak rakyat, rampungnya proyek kilang strategis, hingga masifnya lelang wilayah kerja (WK) migas yang dilakukan oleh pemerintah.

Baca Juga: Kemenperin Dorong Industri Penunjang Migas Tekan Produk Impor

Semua hal dilakukan guna memastikan target swasembada energi terjadi lebih cepat dan membuat kemandirian energi di masyarakat.

Target Lifting Bakal Tercapai

Salah satu agenda untuk membuat kemandirian energi tercapai adalah dengan menggenjot lifting migas di Tanah Air.

Pada tahun ini 2025, pemerintah menargetkan produksi minyak mencapai 605.000 barel per hari (bph)

Akan tetapi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa produksi minyak nasional hingga Juni 2025 telah mencapai 608.100 barel per hari (bph), melampaui target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar 605.000 bph.

Sementara itu, rata-rata produksi minyak semester pertama berada di angka 602.400 bph atau diatas 99% dari target tahunan.

Sumur Minyak Rakyat

Selain menggenjot produksi migas dari sumur existing, pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM mengeluarkan peraturan yang didalamnya ingin merubah sumur-sumur minyak rakyat yang selama ini dikelola secara ilegal untuk segera dilegalkan.

Baca Juga: Dirjen Migas Sudah Hitung Kuota BBM SPBU Swasta 2026, Bakal Diumumkan Bahlil

Sumur ini akan dikelola oleh masyarakat melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sehingga, hasil dari sumur tersebut bisa menjadi pemasukan bagi masyarakat sekitar.

Aturan tersebut tertuang dalam Permen ESDM No. 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi.

Berdasarkan catatan Akurat.co, sampai dengan 9 Oktober 2025 Kementerian ESDM sudah menginventarisasi sebanyak 45.000 sumur minyak rakyat yang siap dilegalkan.

Proyek RDMP Rampung

Tahun 2025 juga menjadi tonggak penting sektor hilir migas dengan rampungnya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP). Salah satu proyek strategis nasional ini mulai memasuki fase produksi dan persiapan distribusi secara penuh.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengungkapan adanya potensi Indonesia tidak mengimpor solar pada tahun 2026 setelah beroperasinya Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Bahlil menyampaikan, dengan beroperasinya RDMP Balikpapan pada tahun depan bakal membuat adanya penambahan sekitar 100 ribu barel per day untuk solar.

Adapun, Kilang Pertamina Internasional awal sebagai bagian dari rangkaian tahapan start up unit utama pengolahan atau Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex hasil Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

Unit RFCC merupakan unit utama kilang, sebagai jantung modernisasi kilang yang akan memproduksi bahan bakar berstandar setara Euro V dan meningkatkan efisiensi serta nilai ekonomi Kilang Balikpapan.

Proyek RDMP Balikpapan sendiri merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dijalankan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), melalui anak usahanya PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB).

Lelang WK Dimasifkan

Untuk menjaga keberlanjutan produksi migas jangka panjang, pemerintah sepanjang 2025 semakin masif melelang wilayah kerja migas baru.

Lelang dilakukan melalui berbagai skema, baik penawaran langsung maupun mekanisme reguler, guna menarik minat investor global dan domestik.

Adapun, sejak awa tahun 2025 pihak KESDM sudah mulai gencar melalukan lelang WK Migas di Tanah Air. Teranyar, ESDM sedang membuka lelang terhadap delapan WK Migas.

Selain itu, masifnya pihak KESDM melakukan lelang dikarenakan pemerintah sedang dalam rencana melelang 75 blok migas yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan wilayah lepas pantai.

BBM Langka di SPBU Swasta

Di sisi lain, tahun 2025 juga diwarnai isu kelangkaan BBM di sejumlah SPBU swasta. Kondisi ini memicu perhatian publik dan pemerintah, terutama terkait pengaturan kuota distribusi serta keseimbangan pasokan nasional.

Akan tetapi, untuk menanggulangi permasalahan ini seluruh badan usaha swasta pengelola SPBU telah sepakat membeli BBM lewat PT Pertamina. Namun, BBM yang dibeli berjenis base feul atau BBM murni.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.