Ekspor Komoditas Unggulan RI ke Uni Eropa Bebas Tarif Berkat IEU-CEPA
Hefriday | 4 Agustus 2025, 22:09 WIB

AKURAT.CO Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyampaikan bahwa sejumlah produk unggulan ekspor Indonesia akan mendapatkan fasilitas bebas tarif atau tarif 0% dalam kerangka kerja sama Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Fasilitas ini akan diberlakukan segera setelah perjanjian mulai berlaku secara resmi atau dikenal dengan istilah Entry Into Force (EIF).
“Produk-produk seperti alas kaki, tekstil, apparel, makanan olahan, hingga kelapa sawit dan turunannya akan langsung mendapatkan tarif nol persen saat EIF diberlakukan,” ujar Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (4/8/2025).
Djatmiko menjelaskan bahwa IEU-CEPA menjadi salah satu perjanjian perdagangan bilateral paling komprehensif yang pernah dirancang Indonesia.
Perjanjian ini mencakup 25 bab yang melingkupi aspek liberalisasi perdagangan, fasilitasi perdagangan, kerja sama ekonomi, serta isu-isu strategis lainnya seperti keberlanjutan dan perdagangan digital.
Baca Juga: Pemerintah Pacu Finalisasi IEU-CEPA
Secara struktural, perjanjian IEU-CEPA mencakup komitmen dari kedua pihak untuk menghapus tarif atas 98% dari seluruh pos tarif. Dari sisi nilai impor, 99% dari total ekspor Indonesia ke Uni Eropa akan mendapat perlakuan tarif preferensial, meskipun waktu penerapannya berbeda-beda.
“Sebagian besar produk akan langsung mendapat tarif nol di EIF, sisanya menyusul dalam tiga hingga lima tahun ke depan. Tapi target kita, tentu semua produk Indonesia bisa langsung masuk tanpa tarif sejak awal,” jelas Djatmiko.
Produk-produk yang memperoleh akses pasar optimal melalui perjanjian ini mencakup berbagai sektor yang memiliki keunggulan komparatif, seperti perikanan, elektronik, hasil pertanian dan kehutanan, serta produk besi dan baja.
Produk-produk tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing Indonesia di pasar Eropa.
Pemerintah Indonesia dan Komisi Eropa telah menandatangani dan bertukar surat sebagai bentuk kesepakatan politik tingkat tinggi untuk mempercepat finalisasi IEU-CEPA. Pertukaran surat tersebut dilakukan antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, dan Komisioner Perdagangan Komisi Eropa, Maroš Šefčovič.
IEU-CEPA diyakini akan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan hubungan dagang antara Indonesia dan Uni Eropa.
Kedua wilayah ini memiliki pasar yang sangat besar, dengan Indonesia memiliki lebih dari 285 juta penduduk dan Uni Eropa lebih dari 400 juta jiwa, menjadikannya sebagai mitra dagang yang saling melengkapi.
Dalam pertemuan bilateral antara Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, yang berlangsung di Brussels, kedua pemimpin negara menegaskan komitmen untuk memperkuat kemitraan strategis, termasuk percepatan implementasi IEU-CEPA.
Melalui IEU-CEPA, sekitar 80% dari total pos tarif akan dihapus secara langsung, menciptakan peluang perdagangan dan investasi yang lebih besar. Bagi Indonesia, ini merupakan peluang untuk memperluas pasar bagi produk unggulan dan mendorong ekspor nonmigas secara signifikan.
Kemendag berharap, dengan diberlakukannya IEU-CEPA, industri nasional dapat memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan daya saing, menarik investasi baru, serta membuka lebih banyak lapangan kerja di sektor-sektor strategis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








