Akurat

Swasembada Gula Jadi Target Nasional, Gibran: Anak Muda Harus Pimpin Revolusi Pertanian

Ahada Ramadhana | 8 Juli 2025, 23:48 WIB
Swasembada Gula Jadi Target Nasional, Gibran: Anak Muda Harus Pimpin Revolusi Pertanian

AKURAT.CO Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka, menegaskan, sektor pertanian menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

Salah satu target utama yang tengah dikejar adalah swasembada gula konsumsi pada 2028.

“Salah satu fokus kami adalah pertanian dan swasembada pangan. Presiden sudah menginstruksikan agar tahun depan Indonesia harus swasembada gula konsumsi. Paling lambat tahun 2028 harus benar-benar mandiri,” tegas Wapres saat menghadiri acara “Rembuk Tani Bersama Wapres Menuju Swasembada Gula Nasional” di Lanud Adisutjipto, Sleman, Yogyakarta, Selasa (8/7/2025).

Gibran menekankan bahwa mekanisasi dan adopsi teknologi modern menjadi kunci peningkatan produktivitas sektor pertanian. Ia menyambut baik demonstrasi penggunaan drone untuk pemupukan dan penyemprotan yang ditampilkan oleh PT Pupuk Indonesia.

“Peningkatan produksi tak bisa lepas dari alat modern. Mekanisasi mutlak diperlukan agar hasil pertanian bisa maksimal,” ujarnya.

Wapres juga meminta agar transformasi pertanian ini melibatkan lebih banyak generasi muda yang melek teknologi.

“Saya titip ke Pak Menteri agar lebih banyak anak muda dilibatkan. Karena kita sekarang pakai drone dan alat modern, ini kesempatan bagi mereka untuk terlibat langsung,” katanya.

Dalam pidatonya, Gibran juga menyoroti perlunya dukungan riset dan inovasi, khususnya untuk pengembangan varietas tebu unggul dan hilirisasi produk turunannya, seperti etanol.

Baca Juga: KSP: Perang Terhadap Narkoba dan TPPO Harus Sistemik dan Kolaboratif

“Jogja ini punya banyak akademisi. Libatkan mereka dalam riset bibit dan pengembangan hilirisasi tebu untuk mendukung industri etanol nasional,” imbaunya.

Ia juga menegaskan pentingnya program replanting atau peremajaan tanaman tebu untuk meningkatkan produktivitas dan rendemen secara nasional.

“Ini juga jadi perhatian Presiden. Masalah replanting harus segera ditangani,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gibran menyampaikan apresiasi kepada TNI AU atas penyediaan lahan ketahanan pangan di kawasan Lanud Adisutjipto.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengawal program strategis pertanian.

“Ada Pak Wagub, ada Pak Bupati. Saya mohon pusat dan daerah betul-betul satu langkah. Swasembada ini kerja bersama,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Wapres menyerahkan secara simbolis bantuan 10 ton pupuk non-subsidi kepada para petani. Ia juga meninjau stan teknologi pertanian PT Pupuk Indonesia dan berdialog langsung dengan para petani.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengatakan bahwa Rembuk Tani menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam membangun ketahanan pangan berkelanjutan.

Baca Juga: GSMP Goes to Pansos, Herman Deru Dorong Panti Sosial Jadi Sentra Produksi Pangan

“Ini momentum untuk berbagi strategi dan pengalaman agar produktivitas pertanian bisa meningkat,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.