Akurat

Indonesia Bidik Swasembada Gula, Telur dan Daging Ayam pada 2026

Yosi Winosa | 10 Desember 2025, 17:36 WIB
Indonesia Bidik Swasembada Gula, Telur dan Daging Ayam pada 2026

AKURAT.CO Pemerintah menargetkan capaian swasembada baru pada sektor pangan nasional. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, menegaskan Indonesia akan berfokus pada pemenuhan swasembada gula, telur, dan daging ayam pada 2026.

Sudaryono mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan jelas terkait prioritas baru tersebut. Setelah swasembada beras dan jagung tercapai tahun depan, pemerintah akan mengalihkan fokus ke gula yang selama ini menjadi salah satu komoditas dengan kebutuhan terbesar, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun industri.
 
“Kita tahun ini swasembada beras sama jagung, tahun depan kita pertahankan tentunya. Nah ke depan, di 2026, Presiden menginginkan kita swasembada gula,” ujar Sudaryono di Jakarta, Rabu (10/12/2025). 
 
Ia menjelaskan, kebutuhan gula nasional tidak hanya bersifat konsumsi, tetapi juga menjadi bahan baku strategis bagi industri makanan, minuman, dan farmasi. Karena itu, pencapaian swasembada gula dipandang penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus mengurangi ketergantungan impor.
 
 
Pada 2026, kata Sudaryono, Kementerian Pertanian (Kementan) akan menjalankan dua program besar, yaitu peningkatan produksi gula dan percepatan swasembada protein hewani melalui telur serta daging ayam. 
 
Kedua program tersebut dirancang untuk menopang ketahanan pangan nasional secara lebih merata.
 
Dirinya menambahkan, produksi telur dan ayam akan difokuskan pada wilayah luar Pulau Jawa. Selama ini pasokan protein hewani tersebut sebagian besar bergantung pada sentra produksi di Jawa, sehingga daerah lain rentan mengalami fluktuasi pasokan maupun harga.
 
Menurut Sudaryono, Presiden Prabowo menginstruksikan setiap pulau hingga setiap provinsi memiliki ketahanan pangan mandiri untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta mengantisipasi potensi kekurangan pasokan di masa depan.
 
Sebagai langkah awal, Kementan telah menyiapkan pengembangan peternakan telur dan ayam di 13 provinsi luar Jawa serta Jawa Timur. Program ini akan melibatkan BUMN, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta peternak lokal untuk memastikan keberlanjutan produksi di tingkat daerah.
 
Selain komoditas pangan pokok, pemerintah juga mendorong hilirisasi pertanian pada 11 komoditas hortikultura dan perkebunan. Hilirisasi ini mencakup kelapa dalam, kelapa sawit, kakao, kopi, pala, lada, dan gambir. 
 
Langkah tersebut ditujukan agar Indonesia dapat mengekspor produk olahan bernilai tambah tinggi dan memperluas pasar global.
 
“Mulai tahun ini sebetulnya sudah berjalan. Hilirisasi pertanian ini menjadi strategi penting untuk komoditas hortikultura dan perkebunan,” kata Sudaryono.
 
Wamentan juga menegaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi keunggulan komparatif Indonesia yang kompetitif dan inklusif, menyerap tenaga kerja besar, serta mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
 
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyatakan Indonesia siap mengumumkan swasembada beras dan jagung pada akhir 2025. 
 
Zulhas menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja keras petani, pemerintah, serta dukungan kebijakan yang terintegrasi sejak beberapa tahun terakhir.
 
Zulhas memproyeksikan produksi padi nasional melonjak dari 30 juta ton di 2024 menjadi 34,7 juta ton pada 2025. Sementara cadangan beras pemerintah (CBP) di Perum Bulog yang mencapai 4 juta ton diyakini cukup untuk memenuhi kebutuhan tanpa impor.
 
Senada, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan target swasembada pangan untuk komoditas beras dan jagung akan diumumkan pada 31 Desember 2025 pukul 12.00 WIB. 
 
Dirinya optimistis target tersebut dapat dicapai melalui peningkatan produksi nasional dan penguatan manajemen pasokan.
 
“Insya Allah kita bisa umumkan swasembada nanti pada 31 Desember. Kita sedang bekerja keras untuk memastikan target itu tercapai,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa