Akurat

Lewat Kumpul Parpol, Nutrive Benecol Kampanyekan Gaya Hidup Sehat

Hefriday | 21 Desember 2025, 11:30 WIB
Lewat Kumpul Parpol, Nutrive Benecol Kampanyekan Gaya Hidup Sehat

AKURAT.CO Menjelang momentum liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kalbe Nutritionals melalui Nutrive Benecol menghadirkan pendekatan berbeda dalam mengampanyekan kesadaran menjaga kolesterol, khususnya bagi generasi muda.

Melalui acara bertajuk Kumpul Parpol (Para Pemuda No Kolesterol), Nutrive Benecol mengajak anak muda menikmati kuliner favorit tanpa mengesampingkan kesehatan.

Acara ini dikemas dengan konsep santai dan dekat dengan keseharian anak muda, yakni makan nasi Padang sepuasnya sambil nongkrong bersama figur publik Aloy dan JayJax. Dalam momen tersebut, Nutrive Benecol hadir sebagai pendamping konsumsi makanan untuk membantu mengurangi penyerapan kolesterol dari makanan yang dikonsumsi.

Baca Juga: Pramono Pastikan Kesiapan Terminal Pulo Gebang Hadapi Lonjakan Penumpang Saat Nataru

Marketing Kalbe Nutritionals, Jonathan Proklamanto, mengatakan kegiatan ini dirancang agar pesan kesehatan dapat diterima secara lebih relevan. “Lewat Kumpul Parpol ini, kami ingin menghadirkan cara yang lebih dekat dengan gaya hidup anak muda: nongkrong, makan enak, dan seru-seruan.

Nutrive Benecol ingin menjadi bagian dari momen tersebut dengan berperan membantu mengurangi penyerapan kolesterol makanan di saluran pencernaan setelah makan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (21/12/2025).

Menurut Jonathan, pendekatan yang ringan dan menyenangkan diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran menjaga kolesterol sejak dini. Pasalnya, kolesterol kerap dianggap sebagai masalah kesehatan yang hanya dialami oleh kelompok usia lanjut.

Padahal, survei online Consumer Behaviour in Online Food Delivery yang dirilis Jakpat pada April 2025 menunjukkan bahwa pilihan menu makan siang anak muda didominasi oleh makanan cepat saji, mie, dan makanan Padang. Pola konsumsi tersebut umumnya tinggi lemak jenuh, yang berpotensi meningkatkan kadar kolesterol bila dikonsumsi berlebihan.

Baca Juga: Wamendag Pantau Harga Pangan di Sorong Jelang Nataru 2026

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 juga mencatat bahwa risiko kolesterol tinggi sudah muncul sejak usia produktif. Sebanyak 7,8% kelompok usia 25–34 tahun tercatat memiliki kolesterol tinggi, sementara pada usia 35–44 tahun angkanya meningkat menjadi 11,1%. Fakta ini menegaskan bahwa kolesterol bukan semata persoalan usia lanjut.

Health Communicator Kalbe Nutritionals, dr. Laurencia Ardi, menjelaskan bahwa kolesterol tinggi sering kali berkembang tanpa gejala.

“Kolesterol tinggi sering tidak disadari karena tidak menimbulkan keluhan di awal. Karena itu, penting untuk mulai memperhatikan pola konsumsi sejak dini,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, kombinasi aktivitas fisik, pemilihan makanan yang lebih seimbang, serta pengaturan ritme makan dapat membantu mengurangi penyerapan kolesterol dari makanan. Kesadaran ini dinilai penting, mengingat kolesterol tinggi kerap disebut sebagai silent killer.

Kadar kolesterol dapat meningkat akibat konsumsi lemak jenuh berlebihan, seperti dari makanan bersantan, gorengan, dan berbagai comfort food yang populer di kalangan anak muda. Oleh karena itu, upaya preventif sejak dini menjadi kunci untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

Sebagai solusi praktis, Nutrive Benecol mengandung Plant Stanol Ester (PSE), bahan alami dari ekstrak pohon pinus yang secara klinis terbukti dapat mengikat kolesterol di saluran pencernaan sehingga mengurangi penyerapannya ke dalam tubuh. Produk ini dikemas dalam bentuk minuman yang praktis dan dikonsumsi setelah makan.

Selain mengampanyekan gaya hidup seimbang, Nutrive Benecol juga menunjukkan kepedulian sosial. Dalam kesempatan yang sama, perusahaan menyalurkan donasi sebesar Rp50 juta untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Sumatera melalui Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Sumatera Barat.

Jonathan menegaskan bahwa kepedulian terhadap kesehatan tidak hanya sebatas edukasi, tetapi juga dukungan nyata bagi masyarakat.

“Kami percaya menjaga kesehatan juga berarti mendukung tenaga medis yang bekerja di lapangan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu kelancaran layanan bagi masyarakat terdampak bencana,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi