Akurat

DSC Season 16 Hadirkan Peluang Usaha dan Dana Hibah Rp2,5 Miliar

Hefriday | 13 Juni 2025, 20:48 WIB
DSC Season 16 Hadirkan Peluang Usaha dan Dana Hibah Rp2,5 Miliar

AKURAT.CO Di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat hanya sebesar 4,87% pada 2025, turun dari 5,11% pada tahun sebelumnya, Diplomat Success Challenge (DSC) kembali hadir dengan komitmen kuat untuk menciptakan peluang usaha baru. 

Memasuki tahun ke-16 penyelenggaraannya, DSC mengusung tema "Wujud Sinergi Kolaborasi" sebagai strategi menjawab tantangan ekonomi nasional.
 
Situasi ekonomi saat ini yang ditandai dengan maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadi sorotan utama. DSC melihat hal tersebut sebagai peluang untuk menghadirkan solusi konkret melalui program inkubasi dan pembinaan usaha. 
 
Program ini dirancang tidak hanya untuk menjaring ide-ide bisnis potensial, tetapi juga membangun ekosistem wirausaha yang kokoh dan berdampak nyata bagi masyarakat.
 
"Beragamnya tantangan ekonomi menjadikan semangat kolaborasi bukan sekadar slogan, melainkan pondasi untuk menciptakan solusi inovatif," ujar Founding Father sekaligus Ketua Dewan Komisioner DSC, Surjanto Yasaputera, dalam Konferensi pers yang diselenggarakan DSC di Jakarta, Jumat (13/6/2025). 
 
 
DSC tahun ini memperluas jejaring kerja samanya dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari dunia usaha seperti Apindo, program pemerintah seperti Food Startup Indonesia (FSI), hingga institusi pendidikan dan budaya. Inisiatif ini menunjukkan peran DSC sebagai penggerak ekosistem kewirausahaan yang dinamis dan terbuka.
 
Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani, menegaskan pentingnya peran DSC dalam memperkuat kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat. "DSC adalah mitra strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Incorporated, yaitu ekosistem usaha nasional yang resilien dan berdaya saing tinggi," ungkapnya.
 
Selama 16 tahun berjalan, DSC telah membentuk Diplomat Entrepreneurs Network (DEN), jaringan alumni peserta DSC dari berbagai musim. Ekosistem ini menjadi wadah kolaborasi antarpengusaha muda yang tak hanya memperkuat bisnis masing-masing, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru.
 
Edric Chandra, Program Initiator DSC, menyebut kolaborasi sebagai warisan budaya Indonesia yang relevan dengan era digital saat ini. "DSC Season 16 akan menjadi ruang bertemunya inovasi, teknologi, dan nilai kebangsaan seperti gotong royong dan kebersamaan," ujarnya.
 
Sebagai salah satu program inkubasi terbesar di Indonesia, DSC Season 16 menawarkan total hibah senilai Rp2,5 miliar.
 
Tidak hanya sebagai ajang kompetisi, DSC juga menghadirkan jajaran mentor dan coach berpengalaman seperti,  M. Jupaka (Serialpreneur), Andanu Prasetyo (Founder Kopi Tuku),  Nilamsari (Founder Kebab Turki Baba Rafi),  Arief Budiman (CEO Agrindo). Keempatnya akan mendampingi para challengers dalam mengembangkan ide dan model bisnis mereka.
 
Dari sisi lain, Dewan Komisioner DSC, yang terdiri dari Surjanto Yasaputera, Helmy Yahya, dan Antarina SF Amir juga akan terlibat aktif dalam membina para peserta. Kehadiran mereka diyakini dapat memberikan perspektif strategis dalam membentuk pengusaha muda yang tangguh dan berdaya saing.
 
DSC Season 16 membuka pendaftaran bagi para pelaku usaha dan calon wirausaha hingga 13 September 2025 melalui situs resmi www.diplomatsukses.com. Program ini dirancang inklusif dan terbuka bagi siapa pun yang memiliki semangat dan keberanian untuk memulai atau mengembangkan bisnis.
 
Dalam pidato peluncuran DSC, disampaikan pula refleksi bahwa UMKM Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan besar dalam akses pasar, pembiayaan, hingga keterhubungan dengan rantai nilai industri. Di sisi lain, potensi besar UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
 
"Ketika potensi diberi ruang, ia tumbuh. Ketika usaha diberi dukungan, ia mampu menciptakan dampak. Di sinilah pentingnya ekosistem seperti DSC yang bukan hanya kompetisi, tetapi gerakan ekonomi kerakyatan," tukas Edric.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa