Kejar Swasembada Pangan, Kementan Modernisasi Wanita Tani

AKURAT.CO Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDMP) terus berupaya meningkatkan taraf pemberdayaan petani dengan peningkatan nilai tambah serta kapasitas petani.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya kerja sama dan sinergi dari berbagai pihak untuk mewujudkan ketahanan pangan Indonesia.
Amran menyatakan, "Tidak ada pangan tidak ada kehidupan. Tanpa pangan, negara bisa bubar. Sehingga sangat penting kita jaga pangan. Perintah Presiden Prabowo, harus swasembada dalam waktu sesingkat-singkatnya”.
“Dan ini bisa kita rebut manakala kita semua saling bergandengan tangan." ujar Amran.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan pentingnya peran perempuan, khususnya pengusaha wanita, dalam memperkuat rantai pasok pangan nasional dan mencapai swasembada pangan.
Baca Juga: Tingkatkan Daya Saing Petani, Kementan Perkuat Kelembagaan Petani
Santi menyatakan bahwa investasi pada teknologi modern, pengolahan hasil, serta distribusi yang efisien oleh pengusaha wanita dapat mengurangi ketergantungan pada impor dan meningkatkan produksi pangan lokal.
Pada Kamis (13/02/2025) Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Inneke Kusumawaty, melakukan kunjungan ke Gapoktan Marsudi Makmur.
Gapoktan Marsudi Makmur telah aktif bergerak dalam pengembangan pertanian modern. Penggunaan alat mesin pertanian menjadi salah satu bentuk modernisasi yang dilakukan Gapoktan Marsudi Makmur.
Inneke menegaskan pentingnya penggunaan alat mesin pertanian di masa sekarang.
Penggunaan alsintan menjadi solusi utama untuk menghadapi menghadapi berbagai tantangan dalam sektor pertanian, seperti keterbatasan tenaga kerja, perubahan iklim, dan peningkatan kebutuhan pangan.
Apresiasi tentu diberikan Inneke kepada Gapoktan Marsudi Makmur. "Hal seperti inilah yang harus kita pacu dan kita kembangkan lagi untuk kedepannya. Penggunaan alsintan yang dilakukan tentu lebih menguntungkan petani, sehingga pendapatan yang dihasilkan petani juga meningkat," kata Inneke.
Gapoktan Marsudi Makmur tidak hanya melibatkan para petani pria, namun juga ada petani wanita yang aktif terlibat dalam proses pengembangan pertanian modern untuk dapat menciptakan swasembada pangan.
Ketua Gapoktan Masudi Makmur, Mualam memang mengajak para wanita-wanita di desa nya untuk melakukan kegiatan sambilan yaitu bertani.
“Anggota Gapoktan yang memiliki istri kami ajak sekalian untuk terjun langsung membantu kami di sawah. Sehingga proses usahatanu kami lebih cepat dan efisien”, ujar Mualam
Mualam menambahkan bahwa pembagian kerja antara petani pria dan wanita juga dibedakan.
“Yang wanita biasanya kami arahkan untuk membuat persemaian benih padi di dapog, yang pria untuk menanam menggunakan rice tranplanter dan melakukan perawatan”, kata Mualam.
Menanggapi hal yang disampaikan Mualam, Inneke bersemangat untuk mendorong keterlibatan wanita tani dalam proses peningkatan kapasistas usaha tani yang dilakukan oleh gapoktan, poktan, maupun KWT.
"Kita berharap ini akan terus ditumbuhkan. Tidak ada hanya bapak-bapaknya saja yang terlibat, namun ibu-ibu tentu harus juga aktif mendukung proses terciptanya swasembada pangan. Kalau perlu adakan KWT (Kelompok Wanita Tani) yang dapat mengelola hasil pasca panen sehingga pendapatan semakin bertambah dan berdampak pada lingkungan sekitar," tandas Inneke.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










