Strategi Bahlil Jaga Ketahanan Energi Nasional
Camelia Rosa | 17 Januari 2025, 23:41 WIB

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan beberapa strategi dalam rangka menjaga ketahanan energi nasional.
Adapun salah satu strateginya yaitu memaksimalkan produksi biodiesel dengan menggunakan minyak sawit atau crude palm oil (CPO). Katanya, hal ini juga sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto yakni untuk mendorong kedaulatan energi.
"Sekarang sudah kita B40 2025, ke depan akan menjadi B50. Sudah barangkali dalam campurannya itu ada membutuhkan metanol dan etanol," ujar Bahlil ketika ditemui dikantornya, Jakarta, Jumat (17/1/2025).
Baca Juga: Tugas Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Yang Baru Dibentuk Presiden Prabowo
Dikatakan Bahlil, Kepala Negara juga meminta agar pemerintah dapat membangun kedua pabrik bahan baku diesel itu di dalam negeri.
"Contoh metanol di B40 kita butuh 2,3 juta ton. Arahan Bapak Presiden itu langsung juga kita bangun dalam negeri. Itu kita akan bangun di Bojonegoro. Bahan bakunya dari gas," tutur Bahlil.
Kemudian untuk etanol, pemerintah bakal mengembangkan tanaman tebu untuk komoditas tersebut. Nantinya pengembangan tanaman tebu bukan hanya dilakukan di Jawa, melainkan juga di Merauke, Papua Selatan sebagai bahan baku etanol.
"Supaya betul-betul perbaurannya itu dilakukan semuanya dalam negeri. Itu untuk menyangkut dengan peta jalan," tukas Bahlil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










