Akurat

Bahlil: Hilirisasi Harus Jadi Pemicu Pertumbuhan Ekonomi

Hefriday | 17 Januari 2025, 23:23 WIB
Bahlil: Hilirisasi Harus Jadi Pemicu Pertumbuhan Ekonomi

AKURAT.CO Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa hilirisasi harus menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Hal ini disampaikan dalam konferensi pers usai rapat perdana Satgas Hilirisasi di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/1/2025). 

Bahlil menyebutkan, Presiden RI Prabowo Subianto telah memberikan arahan strategis agar hilirisasi tak hanya menciptakan nilai tambah tetapi juga membuka peluang kerja dan mendorong investasi dalam negeri.
 
“Hilirisasi harus menjadi trigger untuk pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan nilai tambah yang dihasilkan harus benar-benar dilakukan di Indonesia,” ujar Bahlil.  
 
Salah satu langkah yang dirumuskan dalam rapat tersebut adalah memastikan pembiayaan proyek hilirisasi dilakukan di dalam negeri. Menurut Bahlil, hal ini penting untuk mengurangi persepsi bahwa keuntungan hilirisasi lebih banyak dinikmati pihak asing.
 
 
“Kami akan memastikan bahwa pembiayaan proyek hilirisasi dilakukan di dalam negeri, sesuai dengan arahan Presiden,” tambahnya.  
 
Langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada perekonomian nasional, baik dari sisi peningkatan investasi lokal maupun penguatan industri domestik.  
 
Bahlil juga menjelaskan bahwa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menjadi pusat koordinasi Satgas Hilirisasi selama lima tahun ke depan. "Kementerian ESDM akan menjadi posko untuk Satgas Hilirisasi hingga ada arahan lebih lanjut dari Presiden," katanya.  
 
Posko ini akan bertanggung jawab dalam merumuskan kebijakan, memantau pelaksanaan program hilirisasi, serta memastikan target yang telah ditetapkan pemerintah dapat tercapai secara optimal.  
 
Presiden Prabowo secara resmi membentuk Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2025. Satgas ini memiliki mandat untuk mempercepat hilirisasi di berbagai sektor sekaligus meningkatkan ketahanan energi nasional.  
 
Dalam Pasal 2 Keppres tersebut disebutkan bahwa Satgas berada langsung di bawah Presiden dan bertanggung jawab penuh kepada Presiden. Anggota Satgas terdiri dari menteri dan pimpinan lembaga terkait, dengan Bahlil Lahadalia sebagai ketua.  
 
Melalui program ini, pemerintah berharap hilirisasi dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah. Proses hilirisasi, seperti pengolahan mineral dan sumber daya lainnya di dalam negeri, diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang signifikan.  
 
Selain itu, hilirisasi juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global. Dengan memproduksi barang bernilai tambah tinggi, Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai negara produsen yang kompetitif. 
 
Program hilirisasi yang dikelola oleh Satgas ini juga bertujuan untuk menarik lebih banyak investasi dalam negeri. Dengan adanya kebijakan pembiayaan berbasis domestik, diharapkan proyek-proyek ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.  
 
Selain itu, penciptaan lapangan kerja menjadi salah satu prioritas utama. Bahlil menekankan pentingnya hilirisasi sebagai motor penggerak bagi pertumbuhan lapangan kerja di sektor industri dan energi.  
 
Satgas Hilirisasi juga akan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga untuk memastikan implementasi program berjalan lancar. Kolaborasi ini mencakup penguatan regulasi, peningkatan infrastruktur, hingga pengawasan terhadap pelaksanaan proyek.  
 
Bahlil menyatakan optimisme bahwa dengan kerja sama yang solid, target hilirisasi dapat dicapai sesuai dengan visi Presiden. "Kita harus memastikan hilirisasi benar-benar membawa manfaat maksimal bagi bangsa dan negara," tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa