Akurat

UPLAND Project Kementan Dorong Lombok Timur Jadi Lumbung Bibit Bawang Putih Nasional

Arief Rachman | 20 November 2024, 15:00 WIB
UPLAND Project Kementan Dorong Lombok Timur Jadi Lumbung Bibit Bawang Putih Nasional

AKURAT.CO Budidaya bawang putih di Kabupaten Lombok Timur mengalami peningkatan signifikan sejak hadirnya UPLAND Project yang digagas oleh Kementerian Pertanian.

Kabupaten ini bahkan diproyeksikan menjadi pusat lumbung bibit bawang putih berskala nasional guna mendukung program swasembada pangan.

Manajer Program UPLAND Kementerian Pertanian, Muhammad Ikhwan, menegaskan pentingnya arahan dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk memperluas areal budidaya bawang putih. Langkah ini diharapkan dapat memperkokoh Lombok Timur sebagai pusat produksi bibit bawang putih nasional sekaligus memperkuat sektor pertanian hortikultura.

"Kami optimis program UPLAND dapat berjalan dengan baik. Pada tahun 2024, realisasi program ini telah mencapai lebih dari 55 persen, menunjukkan pencapaian positif yang memberi manfaat besar bagi petani dan sektor pertanian di Nusa Tenggara Barat," ujar Ikhwan, Rabu (20/11/2024).

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Lombok Timur, Darajat, menyampaikan bahwa hingga 2024, program UPLAND berhasil mencatatkan luas budidaya bawang putih hingga 458,5 hektare, yang merupakan realisasi tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Jelang Pencoblosan Pilkada, Bawaslu Petakan Potensi Kerawanan di TPS

"Untuk tahun 2025, kami merencanakan penambahan 132 hektare lahan guna menuntaskan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) tahun 2021 yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19," jelas Darajat.

Program UPLAND di Lombok Timur berfokus pada tiga wilayah utama, yaitu Sembalun, Suela, dan Wanasaba. Selain perluasan lahan, pemerintah juga berkomitmen meningkatkan sarana produksi, seperti pengadaan bibit unggul dan alat mesin pertanian (alsintan).

Perbaikan metode budidaya juga terus dilakukan, termasuk mendorong penggunaan pupuk organik yang ramah lingkungan dan pupuk kimia yang berimbang. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi tanah dan meningkatkan produktivitas hasil panen.

"Strategi kami adalah meningkatkan produktivitas bawang putih sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem. Petani juga didorong untuk memahami pentingnya pengelolaan tanah yang sehat melalui pola pikir dan praktik budidaya yang baik," katanya.

UPLAND Project turut memberikan pendampingan intensif, mulai dari penyediaan bibit unggul hingga pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan usaha tani, sistem pengairan, dan fasilitas pembuatan pupuk organik.

Menurut Darajat, keterlibatan petani dalam budidaya bawang putih memberikan dampak positif terhadap pendapatan mereka. Rata-rata pendapatan petani mencapai Rp77 juta per hektare dalam sekali panen.

Jika pola tanam dapat ditingkatkan menjadi dua kali setahun, pendapatan tersebut diproyeksikan meningkat secara signifikan.

Baca Juga: Dianggap Rendahkan Perempuan, Slogan 'Pilih yang Cantik' di Pilkada Maluku Utara Tuai Kritik

"Ini adalah langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung upaya swasembada pangan nasional," ujarnya.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, UPLAND Project Kementerian Pertanian optimistis dapat menjadikan Lombok Timur sebagai lumbung bibit bawang putih nasional.

Selain itu, keberhasilan ini diharapkan menjadi model pengembangan pertanian hortikultura berkelanjutan di Indonesia.

"Kami akan terus mendorong petani agar meningkatkan keterampilan dan pola pikir mereka, sehingga pertanian di Lombok Timur tidak hanya maju secara produktivitas, tetapi juga berkelanjutan dalam jangka panjang," pungkas Darajat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.