AKURAT.CO Perundingan terkait Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) hingga saat ini masih belum menemui benang merah, meskipun proses negosiasi telah berlangsung selama delapan tahun. Hal ini terjadi di tengah berakhirnya masa jabatan Presiden Joko Widodo.
Merespon hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa terdapat tiga isu utama yang membuat perundingan menjadi alot, yakni terkait perpajakan, bea keluar, dan volume impor.
Airlangga menjelaskan bahwa salah satu hambatan terbesar adalah adanya pengajuan Uni Eropa terkait sistem perpajakan baru yang berbasis transmisi elektronik. "Saat kami memulai pembicaraan sembilan tahun yang lalu, tidak ada pembahasan mengenai perpajakan elektronik. Ini hanya muncul dalam beberapa waktu terakhir," ujar Airlangga di Menara Kadin pada Rabu (2/10/2024).
Kebijakan perpajakan melalui transmisi elektronik ini menjadi perhatian karena sebelumnya tidak masuk dalam pembahasan awal perundingan IEU-CEPA. Selain itu, relaksasi bea keluar dan volume impor juga menjadi isu sensitif yang menghambat kesepakatan.
Dirinya tidak menyebutkan secara spesifik pihak mana yang mengajukan kedua hal tersebut. Namun ia mengungkapkan bahwa terdapat keinginan dari salah satu pihak untuk meningkatkan volume ekspornya tanpa ada peningkatan volume impor. Sehingga menyebabkan perdebatan yang cukup panjang, karena perjanjian perdagangan harus mencapai keseimbangan antara kepentingan kedua belah pihak.
"Dalam perjanjian dagang, tidak mungkin satu pihak hanya mendapatkan keuntungan tanpa memberikan imbal balik. Perjanjian ini adalah tentang bagaimana menyeimbangkan kepentingan impor dan ekspor antara Indonesia dan Uni Eropa," jelasnya.
Meskipun perundingan IEU-CEPA belum mencapai titik terang, Airlangga optimis bahwa Indonesia dapat meraih keuntungan dari perjanjian ini. Ia mencontohkan keberhasilan Indonesia dalam menjalin perjanjian perdagangan bebas dengan Cina yang kini mencatatkan surplus perdagangan sebesar USD2 miliar.
"Kami berharap keberhasilan ini bisa terulang dalam konteks hubungan perdagangan dengan Uni Eropa, sehingga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. meskipun begitu, masih ada juga beberapa negara yang enggan menjalin perjanjian perdagangan dengan Cina karena kerap mengalami defisit neraca perdagangan. Hal ini menjadi bukti bahwa strategi perdagangan Indonesia dapat memberikan hasil yang positif bila dilakukan dengan strategi yang tepat." paparnya.
Sebelumnya, Airlangga sempat memberikan ultimatum kepada Uni Eropa untuk menyelesaikan perundingan IEU-CEPA selambatnya pada pekan ini, Senin (1/10). Namun, dalam perkembangan terbaru, Airlangga memberikan sinyal bahwa tidak ada pembatalan perundingan dalam waktu dekat.
Sebelumnya, Airlangga sempat memberikan ultimatum kepada Uni Eropa untuk menyelesaikan perundingan IEU-CEPA selambatnya pada pekan ini, Senin (1/10). Namun, dalam perkembangan terbaru, Airlangga memberikan sinyal bahwa tidak ada pembatalan perundingan dalam waktu dekat.
Dirinya menyatakan bahwa proses penerbitan IEU-CEPA kini hanya tinggal menunggu persetujuan dari pihak Uni Eropa. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun perundingan menghadapi berbagai hambatan, kedua belah pihak masih berkomitmen untuk mencari jalan tengah dalam mencapai kesepakatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 4Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 7Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 8India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi









