Akurat

Makin Kuat di Asia, Indonesia Pimpin Transisi Energi Bersih AZEC

Hefriday | 27 Oktober 2025, 13:30 WIB
Makin Kuat di Asia, Indonesia Pimpin Transisi Energi Bersih AZEC


AKURAT.CO Indonesia kembali menunjukkan perannya sebagai kekuatan utama dalam upaya global menuju transisi energi berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan bahwa hasil pertemuan ke-3 Asia Zero Emission Community (AZEC) di Kuala Lumpur, Malaysia, memberikan keuntungan strategis bagi Indonesia dalam memperkuat pembiayaan transisi energi dan memperluas pasar karbon nasional.

Airlangga menyebut, melalui pernyataan bersama para pemimpin dari 11 negara Asia, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pengembangan ekonomi hijau kawasan.

“Pemerintah Indonesia berpeluang besar memperkuat pembiayaan transisi energi dan pengembangan pasar karbon yang melimpah dari Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Senin (27/10/2025).

Baca Juga: Menko Airlangga: Danantara dan Hilirisasi Perkuat Fondasi Ekonomi Indonesia

AZEC, yang beranggotakan negara-negara seperti Australia, Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Jepang, Laos, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam, sepakat memperkuat kolaborasi menuju ekonomi rendah karbon.

Dalam pernyataan bersama, para pemimpin negara menandatangani lima komitmen utama yang menjadi arah kebijakan bersama di dekade mendatang.

Komitmen pertama adalah dukungan terhadap target iklim global. Para negara anggota bertekad mengurangi emisi gas rumah kaca agar sesuai dengan ambang batas pemanasan global 1,5 derajat Celcius dan mencapai target net-zero emissions.

Langkah ini sejalan dengan hasil Global Stocktake (GST) dalam Konferensi Iklim Dunia (COP28).

Kedua, AZEC menekankan pentingnya transisi energi yang adil, terjangkau, dan inklusif. Prinsip ini menegaskan bahwa negara berkembang seperti Indonesia tidak boleh dibebani biaya transisi yang berlebihan.

Sebaliknya, kerja sama regional harus menjamin akses energi bagi seluruh lapisan masyarakat serta memperkuat ketahanan energi di kawasan Asia.

Baca Juga: IEU CEPA Baru Berlaku 1 Januari 2027, Menko Airlangga Beberkan Alasannya

Komitmen ketiga dikenal dengan konsep “One Goal, Various Pathways”, yang berarti setiap negara memiliki jalur dan teknologi sendiri untuk mencapai net-zero sesuai kondisi domestiknya.

Pendekatan ini memberikan fleksibilitas bagi Indonesia untuk memanfaatkan potensi energi terbarukan, seperti panas bumi, bioenergi, dan tenaga surya, tanpa meninggalkan karakteristik ekonomi nasional.

Selain itu, para pemimpin juga menyepakati konsep Triple Breakthrough, yaitu pencapaian tiga tujuan strategis bersama, anatara lain menekan dampak perubahan iklim, menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dan memperkuat ketahanan energi jangka panjang.

Konsep ini menandai kesepahaman bahwa transisi energi bukan sekadar isu lingkungan, tetapi juga pilar pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Komitmen terakhir dalam pernyataan AZEC adalah Action Plan for the Next Decade. Para pemimpin menegaskan bahwa dekade ini harus menjadi masa percepatan implementasi kebijakan nyata.

Artinya, kolaborasi tidak lagi berhenti di tingkat diplomasi, tetapi diwujudkan dalam proyek konkret seperti pembangunan infrastruktur energi bersih, investasi hijau, dan transfer teknologi antarnegara.

Airlangga menegaskan, bagi Indonesia, kerja sama ini akan membuka akses terhadap teknologi dekarbonisasi, termasuk pengembangan hidrogen hijau, peningkatan kapasitas energi terbarukan, serta solusi efisiensi energi industri.

“Ini meningkatkan posisi Indonesia dalam kemitraan strategis energi kawasan untuk mencapai net zero emission 2060. Ini keuntungan besar bagi Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Dirinya juga menambahkan bahwa dengan kesepakatan AZEC, Indonesia tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pemain aktif dalam menggerakkan kolaborasi energi bersih di Asia.

Pemerintah, menurut Airlangga, siap memperkuat kerja sama teknologi, pendanaan, dan penguatan kelembagaan untuk memastikan transisi energi berjalan adil bagi seluruh pihak.

“AZEC kini bergerak dari tataran wacana ke tahap implementasi nyata. Indonesia siap memainkan peran sentral dalam membangun ekosistem energi bersih kawasan yang berkeadilan,” tegas Airlangga.

Melalui momentum ini, Indonesia berpotensi memperkuat posisinya sebagai leader dalam ekonomi hijau Asia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi