Ekspor Tekstil RI Anjlok 0,8 Persen, Begini Penjelasan BPS

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya penurunan ekspor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) dari Indonesia sebesar 0,8% pada periode Januari-Mei 2024. Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M. Habibullah, menjelaskan bahwa penurunan ini merupakan dampak dari maraknya penutupan pabrik tekstil di berbagai daerah yang mengalami kebangkrutan dalam beberapa waktu terakhir.
"Secara kumulatif, ekspor tekstil mengalami penurunan 0,80%," kata Habibullah dalam konferensi pers di kantornya, Rabu, (19/6/2024).
Meski demikian, Habibullah juga mencatat adanya peningkatan ekspor pada bulan Mei 2024 dibandingkan dengan April 2024. "Nilai ekspor komoditas tekstil atau kode HS dari 50-63, cenderung mengalami peningkatan pada Mei dibandingkan April 2024," ujar Habibullah.
Baca Juga: Tekstil Indonesia Catatkan Potensi Transaksi Rp312 Miliar pada Pameran Texworld Paris 2024
Dia menambahkan bahwa BPS hanya mencatat satu jenis komoditas tekstil yang mengalami penurunan, yaitu tekstil jenis sutra dengan kode HS 50. "Hanya kode 50 yaitu sutra yang mengalami penurunan," ujarnya.
Sebelumnya, sejumlah pabrik tekstil dilaporkan mengalami kebangkrutan, yang menyebabkan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan berdampak pada puluhan ribu tenaga kerja.
Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menegaskan bahwa salah satu penyebabnya adalah Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor.
API menilai, aturan Permendag Nomor 8 Tahun 2024 yang menghapus aturan Pertimbangan Teknis (Pertek) sebagai ranah Kementerian Perindustrian, bakal membuat Indonesia dibanjiri produk garmen atau tekstil jadi dari luar negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini









