Akurat

Mendag Zulhas Buka Suara di DPR Soal Isu Pembagian Bansos Saat Pemilu

Atikah Umiyani | 13 Maret 2024, 20:04 WIB
Mendag Zulhas Buka Suara di DPR Soal Isu Pembagian Bansos Saat Pemilu

AKURAT.CO Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan atau Zulhas buka suara soal pembagian bantuan sosial (bansos) beras yang belakangan ramai dibahas karena dibagikan pada saat masa-masa pemilihan umum (pemilu).

Menurut Mendag Zulhas, pembagian bansos beras yang dilakukan pemerintah sama sekali tidak ada kaitannya dengan pemilu. Melainkan memang untuk membantu masyarakat karena situasi el nino yang membuat masa panen bergeser.

"Kalau panen kita bergeser pak, petani nggak nanem beras, berarti petani itu nggak punya beras. Oleh karena itu, kalau bapak-bapak anggota DPR bagi-bagi beras pasti diserbu," kata Mendag Zulhas saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (13/3/2024).

Baca Juga: Serahkan Zakat Lewat Baznas, Jokowi: Disalurkan kepada yang Benar-benar Membutuhkan

Mendag Zulhas menjelaskan, akibat el nino banyak masyarakat yang akhirnya kesulitan, termasuk petani itu sendiri. Di tengah situasi tersebut, tidak mungkin pemerintah menghentikan bansos walaupun harus berbarengan dengan pemilu.

"Artinya banyak masyarakat kita banyak yang kesulitan, oleh karena itu bansos diperlukan apakah pemilu atau tidak pemilu. Wong rakyatnya nggak nanem padi, nggak panen, pasti nggak punya. Masa karena pemilu mau kita stop," ujarnya.

Jika ada pihak-pihak yang diuntungkan dengan adanya pembagian bansos oleh pemerintah, Zulhas menilai itu hal lain. Sebab tujuan utama pemerintah adalah untuk membantu masyarakat.

Baca Juga: Vladimir Putin Tegaskan Rusia Siap Tempur Jika Pasukan AS Datang ke Wilayahnya

"Tapi kita kan boleh berbeda pandangan, tapi kan saya punya hak untuk menjelaskan itu yang terjadi di pemerintah bahwa akibat itu ada keuntungan itu soal lain, tapi kita-kira itu intinya yang terjadi," ucapnya.

Menurut Zulhas, sulitnya menanam padi di masa el nino juga menjadi alasan bagi pemerintah untuk menaikkan bansos yang berupa uang tunai.

"Karena sekali lagi, orang nggak nanem padi, susah. Nanem aja tidak apalagi panen, dia nggak punya pak. Oleh karena itu bansos ditambah termasuk bantuan el nino yang nilainya 300 sampai 400 ribu," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.