Akurat

Zulhas Dorong Bulog Genjot Margin Demi Wujudkan Beras Satu Harga

Yosi Winosa | 30 Desember 2025, 22:32 WIB
Zulhas Dorong Bulog Genjot Margin Demi Wujudkan Beras Satu Harga

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menilai, kenaikan margin fee bagi Perum Bulog menjadi langkah penting untuk memastikan kebijakan beras satu harga dapat diterapkan secara berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Zulkifli Hasan usai rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta. Dirinya menyoroti margin Bulog yang saat ini dinilai terlalu kecil untuk menopang distribusi beras ke wilayah dengan tantangan logistik tinggi.
 
Menurut pria yang akrab disapa Zulhas itu, margin Bulog saat ini hanya sekitar Rp50 per kilogram dari penyerapan sekitar 3 juta ton setara beras. Dengan skema tersebut, Bulog hanya memperoleh sekitar Rp150 miliar, jumlah yang dinilai belum memadai untuk membiayai distribusi nasional lintas wilayah.
 
Zulhas menegaskan, keterbatasan margin itu membuat Bulog kesulitan menjalankan kebijakan beras satu harga, khususnya untuk daerah terpencil, terluar, dan timur Indonesia seperti Papua dan Maluku yang memiliki biaya logistik jauh lebih mahal.
 
 
“Bulog itu hanya dikasih margin Rp50 per kg, kali 3 juta ton, hasilnya Rp150 miliar. Bagaimana bisa mengirim ke Papua, ke Maluku satu harga, kan tidak mungkin,” ujar Zulhas dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (30/12/2025). 
 
Untuk itu, pemerintah berencana membahas penyesuaian margin fee Bulog bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Pembahasan tersebut akan difokuskan pada penghitungan kebutuhan riil agar skema beras satu harga dapat berjalan efektif, transparan, dan akuntabel.
 
Zulhas berharap penyesuaian margin ini dapat memperkuat peran Bulog dalam menjaga stabilitas harga beras, menjamin pemerataan pasokan, serta memastikan akses pangan terjangkau bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
 
“Nah ini nanti kita akan bicarakan dengan BPKP, kita akan hitung agar nanti berhasil bisa satu harga di seluruh Indonesia,” katanya.
 
Meski demikian, Zulhas belum mengungkapkan besaran kenaikan margin fee yang akan diusulkan atau ditetapkan pemerintah. Dirinya hanya menekankan bahwa penyesuaian tersebut menjadi kebutuhan mendesak, terutama untuk mendukung distribusi beras ke wilayah yang sulit dijangkau.
 
Sebelumnya, Perum Bulog telah mengusulkan kenaikan margin fee sebesar 10% seiring penguatan swasembada beras sepanjang 2025. Usulan itu diajukan untuk menjaga keberlanjutan operasional Bulog dalam menjalankan penugasan publik.
 
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan, margin fee Bulog yang sebesar Rp50 per kilogram telah berlaku sejak 2014 dan dinilai perlu disesuaikan dengan beban tugas yang semakin besar.
 
“Kami usulkan untuk disesuaikan menjadi sebesar 10 persen dari kuantum biaya pengadaan setara beras,” ujar Rizal di Jakarta.
 
Menurutnya, usulan tersebut didasarkan pada asas kesetaraan dengan BUMN strategis lain seperti PLN dan Pertamina yang memperoleh margin fee sekitar 10% dalam menjalankan penugasan pemerintah.
 
Rizal menambahkan, jika usulan itu disetujui, tambahan margin akan dimanfaatkan untuk menjaga keberlanjutan Bulog, termasuk revitalisasi aset, pembaruan infrastruktur pascapanen, serta penguatan sistem logistik pangan nasional.
 
Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung agenda Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pemerataan akses beras dengan harga yang adil dari barat hingga timur Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa