Akurat

Program MBG dan KDMP Kian Tertata, Zulhas Optimistis Sektor Pangan Melesat di 2026

Yosi Winosa | 26 Desember 2025, 15:48 WIB
Program MBG dan KDMP Kian Tertata, Zulhas Optimistis Sektor Pangan Melesat di 2026

AKURAT.CO Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas meyakini, kinerja sektor pangan nasional akan semakin solid pada 2026. 

Keyakinan itu didasari capaian swasembada pangan yang dinilai telah berhasil diraih sepanjang tahun ini, sekaligus menjadi fondasi penting untuk memperkuat ketahanan pangan ke depan.
 
Zulhas menilai capaian tersebut menunjukkan arah kebijakan pangan nasional berjalan di jalur yang tepat. Menurutnya, setelah berhasil mencapai swasembada pada tahun ini, kondisi sektor pangan pada 2026 diproyeksikan akan jauh lebih baik dan berkelanjutan.
 
“Kalau bidang saya, pangan, tahun ini kita kan sudah swasembada. Tahun depan akan jauh, saya kira akan lebih baik,” ujar Zulhas di Jakarta, Jumat (26/12/2025). 
 
 
Dirinya menegaskan, sektor pangan menjadi salah satu fokus utama pemerintah karena berkaitan langsung dengan ketahanan nasional dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah, kata dia, berkomitmen memastikan ketersediaan pangan yang cukup, terjangkau, dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
 
Salah satu program prioritas yang berada di bawah koordinasi Kemenko Pangan adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi di sektor pangan dan pertanian nasional.
 
Zulhas menyampaikan pemerintah optimistis program MBG dapat menjangkau 82,9 juta penerima manfaat hingga Maret 2026. Target tersebut diharapkan dapat tercapai seiring dengan penguatan rantai pasok pangan dan kesiapan infrastruktur pendukung di berbagai daerah.“Jadi akan tuntas Maret tahun depan,” kata Zulhas menegaskan.
 
Selain MBG, pemerintah juga mendorong penguatan ekonomi desa melalui pengembangan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Program ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan dengan melibatkan masyarakat desa secara langsung dalam kegiatan produksi dan distribusi pangan.
 
Menurut Zulhas, pembangunan Kopdes Merah Putih pada 2026 ditargetkan mencapai 40 ribu hingga 50 ribu koperasi desa di seluruh Indonesia. Kehadiran koperasi tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi tawar petani, nelayan, dan pelaku usaha pangan skala kecil. “Koperasi Desa Merah Putih target kita tahun depan akan dibangun 40–50 ribu,” ujarnya.
 
Sebelumnya, Zulhas juga menekankan bahwa program swasembada pangan memiliki dampak langsung terhadap peningkatan perekonomian masyarakat di daerah. Dengan produksi yang memadai dan harga yang stabil, pendapatan masyarakat, khususnya di sektor primer, dinilai akan semakin membaik.
 
Di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Zulhas menilai program swasembada pangan menjadi salah satu kebijakan unggulan yang berpotensi mengangkat kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan secara berkelanjutan.
 
Dirinya menjelaskan, konsep swasembada pangan yang dijalankan pemerintah tidak terbatas pada satu komoditas. Program tersebut mencakup komoditas pokok seperti beras dan jagung, serta sumber protein seperti ikan dan produk peternakan.
 
Zulhas optimistis, jika seluruh program pangan berjalan sesuai rencana dan terintegrasi dengan baik, maka masyarakat yang saat ini masih berada dalam kondisi kurang mampu akan terdorong menuju kehidupan yang lebih sejahtera. 
 
Pemerintah pun berharap sektor pangan dapat menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun-tahun mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa