Akurat Logo

FORMID: Isu Raja Ampat Diduga Sengaja Digoreng untuk Jatuhkan Kredibilitas Bahlil

Ahada Ramadhana | 8 Juni 2025, 17:33 WIB
FORMID: Isu Raja Ampat Diduga Sengaja Digoreng untuk Jatuhkan Kredibilitas Bahlil

AKURAT.CO Dewan Pimpinan Nasional Forum Moeda Indonesia (FORMID), menduga, ada upaya sistematis dari kelompok tertentu yang memanfaatkan isu pertambangan di Raja Ampat untuk menjatuhkan citra Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

“Saya melihat isu ini sengaja difabrikasi untuk kepentingan politik, yaitu menjatuhkan kredibilitas Bang Bahlil sebagai Menteri ESDM,” ujar Ketua Umum FORMID, Abubakar Solissa, dalam keterangannya, Minggu (8/6/2025).

Abubakar menyebut, pemberitaan mengenai aktivitas pertambangan di Raja Ampat tidak disampaikan secara utuh kepada publik.

Menurutnya, narasi yang berkembang saat ini seperti telah diorkestrasi secara sepihak untuk membentuk opini negatif terhadap Bahlil.

“Opini yang dibangun tidak objektif. Ini seperti serangan yang diarahkan untuk merusak reputasi Bang Bahlil, padahal fakta di lapangan tidak seperti yang diberitakan,” tegasnya.

Baca Juga: Ekosistem Raja Ampat Diambang Kerusakan, Pemerintah Diminta Lakukan 5 Hal Ini

Ia menambahkan bahwa izin pertambangan di wilayah tersebut sudah terbit sejak 2017, jauh sebelum Bahlil menjabat sebagai menteri di Kabinet Indonesia Maju.

“Izin tambang itu sudah lama, ketika Bang Bahlil masih menjadi Ketua Umum BPP HIPMI. Jadi ini bukan keputusan di era beliau sebagai pejabat negara,” jelas Abubakar.

Hal senada disampaikan Sekretaris Jenderal FORMID, Syaf Lessy. Ia menegaskan, tidak ada indikasi bahwa Bahlil mencoba merusak destinasi wisata Raja Ampat melalui aktivitas tambang.

“Lokasi tambang PT GAG Nikel berada di Pulau Gag yang jaraknya sekitar 30 hingga 40 kilometer dari Piaynemo, pusat pariwisata Raja Ampat. Jadi narasi bahwa tambang mengancam pariwisata sangat tidak akurat,” ucap Syaf.

Bahkan, menurutnya, justru di bawah kepemimpinan Bahlil sebagai Menteri ESDM, pemerintah menunjukkan respons cepat dan tegas terhadap persoalan lingkungan di wilayah tersebut.

“Bang Bahlil langsung turun ke lapangan, berdialog dengan warga, dan mengambil langkah berani dengan membekukan sementara aktivitas tambang oleh anak usaha PT Antam, yakni PT GAG Nikel,” tambahnya.

Syaf menekankan, Bahlil terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak dan menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

Baca Juga: Perbaikan Wisata dan Kerusakan Ekosistem Lingkungan Jadi Masalah Utama di Raja Ampat

“Bang Bahlil bukan hanya mendengar, tapi juga bertindak. Ini harusnya diapresiasi, bukan diserang secara politis,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.