KPU Rancang Aturan Baru, Calon Kepala Daerah Bisa Gunakan Ijazah Luar Negeri

AKURAT.CO Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sedang meramu aturan baru terkait penggunaan ijazah luar negeri sebagai syarat pencalonan Kepala daerah dalam Pilkada 2024.
Diketahui, dalam aturan terdahulu pada Pilkada 2020 KPU menetapkan syarat administrasi berupa fotocopy ijazah/Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) yang sudah dilegalisir.
Baca Juga: Bawaslu Pelototi Kerja KPU di Pilkada 2024
Namun, dengan alasan seseorang dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi diberbagai sekolah di luar negeri pihaknya mengevaluasi dan tengah menguji Rancangan Peraturan KPU tentang pencalonan Pilkada 2024 yang menggunakan ijazah luar negeri.
"Bakal calon yang menyerahkan bukti kelulusan SMA dari luar negeri yang menggunakan kurikulum asing harus menyertakan surat mengenai penyetaraan ijazah luar negeri," kata anggota KPU RI bidang Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Idham Holik dalam keterangannya, Jumat (26/4/2024).
Sebagai informasi tahapan Pilkada serentak 2024 akan dimulai pada awal Mei dan Agustus. Pilkada tahun ini akan diikuti mayoritas wilayah di Indonesia dengan rincian 37 provinsi dan 508 kabupaten/kota.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November







