Akurat Logo

The Sounds Project Vol. 9 Digelar Selama Tiga Hari di Ancol

Winna Wandayani | 17 September 2026, 23:36 WIB
The Sounds Project Vol. 9 Digelar Selama Tiga Hari di Ancol
The Sounds Project Vol. 9 Digelar Selama Tiga Hari di Ancol (The Sound Project)

AKURAT.CO The Sounds Project Vol. 9 digelar pada 7-9 Agustus 2026 di Ecovention & Ecopark Ancol, Jakarta. Festival tersebut menghadirkan lebih dari 120 musisi Indonesia dan internasional yang tampil di tujuh panggung.

Sejumlah musisi internasional yang hadir antara lain Neck Deep dari Inggris, Nusantara Beat dari Belanda dan JET dari Australia. Dari Indonesia, terdapat Tulus, Bernadya, Hindia, .Feast, Mahalini, Raisa, Yura Yunita, The Adams, Efek Rumah Kaca, serta sejumlah musisi lainnya.

Selain pertunjukan musik, penyelenggara juga menjalankan sejumlah program yang melibatkan mahasiswa dan komunitas. Program tersebut mencakup kesempatan tampil bagi band pendatang baru, volunteer dan internship, hingga kegiatan dokumentasi serta penulisan jurnalistik.

"The Sounds Project terus tumbuh hingga menjadi festival berskala besar tanpa meninggalkan semangat untuk memberikan ruang bagi generasi muda," ujar Gerhana Banyubiru (Ghana) selaku Festival Director The Sounds Project, dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (17/9/2026).

Salah satu program tahun ini adalah TSP Squad Stage yang membuka pendaftaran bagi band dan komunitas dari berbagai daerah. Penyelenggara menyebut hampir 300 band dan komunitas mendaftar untuk mendapatkan kesempatan tampil di panggung tersebut.

Mahasiswa juga dilibatkan melalui program volunteer dan internship yang berlangsung selama enam bulan. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk terlibat dalam sejumlah tahapan penyelenggaraan festival.

Di sisi lain, program TSP Academy melibatkan fotografer kampus untuk mendokumentasikan kegiatan festival. Ada pula Kolom Kampus bersama Pop Hari Ini yang mengajak mahasiswa menulis mengenai festival musik dan kehidupan kampus.

Dari sekitar 50 tulisan yang masuk, tiga penulis terpilih mendapat kesempatan meliput langsung The Sounds Project Vol. 9. Ketiganya juga berkesempatan mewawancarai sejumlah musisi internasional.

Untuk pengelolaan sampah, The Sounds Project bekerja sama dengan Matters Project selama tiga hari penyelenggaraan. Sampah yang dikumpulkan kemudian dikirim ke RDF Plant Rorotan untuk diproses sebagai bahan bakar dalam skema waste-to-energy.

"Tidak ada festival yang sempurna. Tahun ini The Sounds Project Vol. 9 telah selesai. Terima kasih untuk seluruh audience yang sudah datang, luar biasa dan benar-benar di luar ekspektasi kami selaku promotor," kata Ghana.

Ia menambahkan, penyelenggara akan melakukan evaluasi sebelum menentukan konsep The Sounds Project tahun depan. Evaluasi tersebut mencakup rencana menghadirkan lebih banyak musisi lokal dan internasional.

The Sounds Project pertama kali digelar pada 2015 sebagai acara kampus. Pada penyelenggaraan tahun ini, festival tersebut berlangsung selama tiga hari dengan lebih dari 120 musisi di tujuh panggung.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.