Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag

AKURAT.CO Fakta baru terungkap dalam persidangan perkara dugaan korupsi kuota haji tahun 2023-2024.
Kasubdit Perizinan, Akreditasi, dan Bina Penyelenggaraan Haji Khusus Kementerian Agama periode 2022-2023, Rizky Fisa Abadi, mengaku pernah menerima uang dari dua Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), termasuk dari pihak yang terkait dengan PT Makassar Toraja, atau Maktour Travel.
Pengakuan tersebut disampaikan Rizky saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Rizky dalam persidangan mengungkap menerima uang sebesar USD10 ribu dari Ismail Adham, Direktur Operasional Maktour, yang kini menjadi salah satu terdakwa dalam korupsi kuota haji. Maktour sendiri merupakan perusahaan penyelenggara haji dan umrah yang didirikan oleh Fuad Hasan Masyhur.
Selain dari Ismail Adham, Rizky mengaku menerima uang dengan nominal yang sama dari Tauhid Hamdi, Bendahara Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) periode 2017-2023.
Baca Juga: Sidang Korupsi Kuota Haji, Saksi Sebut Tak Ada Fee Percepatan ke Gus Yaqut
Fakta itu terungkap saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami sumber penerimaan uang yang diterima Rizky di luar fee percepatan haji khusus, yang sebelumnya diakui mencapai USD905 ribu, melalui mantan tenaga honorer Kementerian Agama, Ridwan Kurniawan.
"Salah satu namanya yang memberikan uang kepada Saudara adalah Tauhid Hamdi?" tanya Jaksa.
"Ada," jawab Rizky.
"Berapa nilainya?"
"USD10 ribu pak," ujar Rizky.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 2Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Moto3 GP Malaysia: Hiroshi Aoyama Puji Kecerdikan Veda Ega Pratama Taklukkan Suhu Lintasan Sepang
- 9Harga Cabai Berangsur Turun Awal November
- 10Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia







