Forum Koordinasi Kebijakan HAM 2026 Jembatani Aspirasi Masyarakat dengan Pemerintah

AKURAT.CO Forum Koordinasi Kebijakan Hak Asasi Manusia (HAM) 2026 yang mengusung tema 'HAM dalam Pembangunan Nasional: Dari Suara Menuju Langkah', digelar untuk mempertemukan masukan masyarakat sipil dengan kementerian dan lembaga terkait.
Dengan demikian, pemerintah bisa mengidentifikasi kebijakan dan program yang dapat meningkatkan pelaksanaan HAM, sekaligus menjembatani hambatan dan kesenjangan yang masih terjadi.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Instrumen dan Penguatan HAM Kementerian HAM, Sofia Alatas, mengatakan masukan masyarakat sipil diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan dan program, sesuai tugas serta fungsi masing-masing kementerian dan lembaga.
Baca Juga: Wujudkan Indonesia Emas 2045, Asta Cita dan HAM Tak Dapat Dipisahkan
"Kemudian tujuan dari forum tersebut tentunya akan kita tindak lanjuti melalui kementerian lembaga yang hari ini hadir, bagaimana masukan dari masyarakat sipil itu tentunya bisa kita tindak lanjuti melalui implementasi berdasarkan tugas dan fungsi kementerian lembaga tersebut," kata Sofia, Kamis (17/9/2026).
Nantinya, pembahasan dal forum ini akan dibagi dalam lima klaster. Klaster pertama mencakup demokrasi, kebebasan sipil, rasa aman, keadilan, dan perlindungan hukum. Pada klaster tersebut terdapat delapan indikator yang menjadi perhatian masyarakat sipil. Salah satunya penguatan kerangka regulasi.
Rekomendasi lainnya mencakup peningkatan peran partai politik dalam mendorong kehidupan bangsa yang demokratis, penguatan mekanisme partisipasi yang menjamin hak untuk didengar, dipertimbangkan, dan memperoleh penjelasan.
Selain itu, masyarakat sipil juga merekomendasikan penguatan kebebasan pers, kebebasan berekspresi, serta perlindungan dan jaminan hak atas rasa aman.
Baca Juga: Haji Isam Borong Saham BYAN dari Low Tuck Kwong, Capai 10 Miliar Lembar
"Memperkuat kebebasan pers, kebebasan berekspresi, dan perlindungan serta jaminan hak atas rasa aman. Mengatur ulang keterlibatan militer di dalam ruang sipil, memberikan pemahaman yang komprehensif, dan kementerian hak harus menyebarkan suara masyarakat ke dalam lembaga-lembaga tersebut," ujarnya.
Klaster kedua berkaitan dengan kebebasan beragama dan berkeyakinan. Rekomendasinya antara lain menjamin kebebasan beragama, berkeyakinan dan beribadah, menyelesaikan hambatan pendirian dan perizinan rumah ibadah, serta memperkuat perlindungan kelompok minoritas agama dan penghayat.
Masyarakat sipil juga merekomendasikan penghapusan kebijakan dan praktik diskriminatif terhadap agama dan keyakinan serta penguatan tata kelola pemerintahan yang inklusif dan berbasis HAM.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit









