Akurat Logo

Begini Cara MR.D.I.Y. Menjaga Harga Produk Tetap Murah di 1.416 Toko

Idham Nur Indrajaya | 4 November 2026, 19:16 WIB
Begini Cara MR.D.I.Y. Menjaga Harga Produk Tetap Murah di 1.416 Toko
MR.D.I.Y. 1.400 toko menandai ekspansi ritel modern yang makin agresif menjangkau daerah tier 3 dan luar Jawa. - dok. MR.D.I.Y.

AKURAT.CO Menemukan perlengkapan rumah tangga dengan harga terjangkau menjadi salah satu pertimbangan ketika masyarakat harus mengatur pengeluaran bulanan. Mulai dari peralatan dapur, perkakas, hingga kebutuhan sehari-hari, konsumen semakin selektif memilih tempat berbelanja yang menawarkan harga bersahabat tanpa harus mengorbankan kelengkapan produk.

Kondisi tersebut menjadi peluang bagi MR.D.I.Y. Indonesia. Peritel perlengkapan rumah tangga ini tidak hanya mengandalkan harga terjangkau untuk menarik pelanggan, tetapi juga membangun sistem operasional yang memungkinkan produknya tersedia di jaringan toko yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Strategi MR.D.I.Y. dalam menjaga harga produk tetap terjangkau bertumpu pada kombinasi pusat distribusi, sistem logistik terintegrasi, pemantauan inventaris otomatis, pengadaan barang terkoordinasi, serta hubungan jangka panjang dengan pemasok. Seluruh elemen tersebut membantu perusahaan mengelola pasokan dan biaya operasional ketika jaringan bisnisnya terus berkembang hingga mencapai 1.416 toko per September 2026.

Berdasarkan laporan kinerja perusahaan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026, MR.D.I.Y. Indonesia membukukan pendapatan Rp7,2 triliun atau tumbuh 24,5% secara tahunan (year-on-year/YoY). Sementara itu, jumlah transaksi pelanggan meningkat 23,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Bagaimana MR.D.I.Y. Menjaga Harga Produk Tetap Terjangkau?

Harga produk yang terjangkau tidak hanya ditentukan oleh keputusan perusahaan dalam menetapkan harga jual. Bagi perusahaan ritel dengan ribuan gerai, kemampuan mengendalikan biaya pengadaan, penyimpanan, distribusi, dan pengelolaan persediaan juga menjadi faktor penting.

MR.D.I.Y. Indonesia mengandalkan sejumlah strategi operasional untuk menjaga efisiensi tersebut, antara lain:

  • Pusat distribusi: membantu mengatur pasokan barang untuk jaringan toko di berbagai wilayah.

  • Logistik terintegrasi: mendukung koordinasi distribusi produk antarlokasi.

  • Inventaris otomatis: membantu memantau ketersediaan barang sesuai kebutuhan toko.

  • Pengadaan terkoordinasi: memperkuat pengelolaan pembelian barang.

  • Hubungan jangka panjang dengan pemasok: mendukung konsistensi pengadaan dan skala ekonomi.

  • Disiplin biaya operasional: menjaga pengeluaran perusahaan seiring pertumbuhan bisnis.

Strategi tersebut menjadi penting karena perusahaan harus memastikan ribuan jenis produk tersedia di banyak lokasi tanpa membiarkan biaya operasional berkembang lebih cepat daripada kemampuan bisnis menghasilkan pendapatan.

Presiden Direktur MR.D.I.Y. Indonesia Edwin Cheah mengatakan perubahan perilaku konsumen menjadi salah satu faktor yang memperkuat relevansi model bisnis perusahaan.

“Pelanggan Indonesia kini semakin cermat dalam membelanjakan setiap rupiahnya, dan banyak yang beralih mencari pilihan dengan nilai terbaik untuk kebutuhan sehari-hari. Di sinilah MR.D.I.Y. hadir, dan kami berterima kasih atas kepercayaan semakin banyak keluarga yang menjadikan kami sebagai peritel pilihan mereka,” ujar Edwin melalui catatan tertulis yang diterima AKURAT.CO,

Menurutnya, perusahaan berupaya menghadirkan toko yang semakin dekat dengan tempat tinggal pelanggan sekaligus menyediakan produk relevan dengan harga terjangkau.

“Misi kami tetap konsisten: terus menghadirkan toko lebih dekat dengan tempat tinggal pelanggan, serta menyediakan produk-produk relevan dengan harga terjangkau setiap harinya. Selama kami mampu mewujudkannya, pertumbuhan akan berjalan beriringan,” katanya.

Apa Peran Pusat Distribusi dan Sistem Logistik MR.D.I.Y.?

Mengelola pasokan barang untuk satu toko tentu berbeda dengan memasok kebutuhan 1.416 toko yang tersebar di seluruh Indonesia. Semakin luas jaringan bisnis, semakin kompleks pula koordinasi pengiriman, penyimpanan, dan ketersediaan produk.

MR.D.I.Y. Indonesia mengandalkan pusat distribusi dan sistem logistik terintegrasi untuk memastikan pasokan barang di seluruh jaringan toko tetap terjaga.

Dalam bisnis ritel, pusat distribusi memiliki peran penting sebagai bagian dari rantai pasok. Barang yang diperoleh dari pemasok perlu dikelola sebelum didistribusikan ke toko-toko yang membutuhkan persediaan.

Tanpa koordinasi distribusi yang baik, perusahaan berpotensi menghadapi dua persoalan sekaligus. Pertama, kekurangan stok yang membuat konsumen tidak dapat menemukan produk yang dicari. Kedua, penumpukan barang di lokasi tertentu yang dapat meningkatkan kebutuhan ruang penyimpanan dan biaya pengelolaan persediaan.

Kedua kondisi tersebut berpotensi memengaruhi efisiensi perusahaan. Barang yang tidak tersedia dapat menghilangkan peluang penjualan, sedangkan persediaan berlebih bisa membuat modal perusahaan tertahan dalam stok.

Di sinilah sistem logistik terintegrasi menjadi bagian penting dalam pengelolaan jaringan ritel berskala besar. Koordinasi distribusi memungkinkan perusahaan mengelola pergerakan barang dengan lebih terstruktur, sekaligus membantu menjaga ketersediaan produk di berbagai toko.

Tantangannya semakin besar ketika perusahaan memperluas jangkauan ke wilayah dengan karakteristik geografis berbeda. Distribusi menuju toko di kota-kota besar tentu memiliki tantangan yang tidak selalu sama dengan pengiriman barang ke wilayah yang lebih jauh dari pusat aktivitas ekonomi.

MR.D.I.Y. juga terus memperluas jaringan di luar pasar utamanya, yakni Jawa dan Sumatra. Pada kuartal III 2026, pembukaan toko baru paling banyak justru berada di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Artinya, ekspansi perusahaan tidak hanya membutuhkan investasi untuk membuka gerai baru, tetapi juga kemampuan memastikan jaringan pasokan mampu mengikuti pertumbuhan tersebut.

Baca Juga: Toko MR.D.I.Y. Tembus 1.400 Gerai, Ekspansi Makin Agresif Menjangkau Daerah Tier 3

Baca Juga: Perlengkapan Dapur hingga Mainan Anak, Ini Daftar Produk Lokal Terjangkau di MR.D.I.Y.

Mengapa Sistem Inventaris Otomatis Penting bagi 1.416 Toko MR.D.I.Y.?

Selain distribusi, pengelolaan persediaan menjadi faktor yang menentukan kelancaran operasional perusahaan ritel. MR.D.I.Y. Indonesia menggunakan sistem pemantauan inventaris otomatis untuk membantu memastikan stok di setiap toko sesuai dengan kebutuhan pelanggan setempat.

Strategi ini penting karena kebutuhan konsumen tidak selalu seragam di setiap wilayah. Toko yang berada di kawasan permukiman, misalnya, mungkin memiliki pola permintaan berbeda dibandingkan gerai yang berada di pusat perkotaan atau kawasan perdagangan.

Bayangkan sebuah ilustrasi sederhana. Sebuah toko MR.D.I.Y. di kawasan permukiman memiliki pelanggan yang banyak mencari perlengkapan dapur, peralatan kebersihan, dan kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Sementara itu, toko di kawasan perkotaan mungkin menghadapi pola pembelian berbeda, termasuk permintaan terhadap aksesori perangkat elektronik, perlengkapan kerja, atau perkakas tertentu.

Keduanya tetap menyediakan beragam kategori produk, tetapi komposisi persediaan yang dibutuhkan belum tentu sama.

Sistem pemantauan inventaris membantu perusahaan memperoleh gambaran mengenai ketersediaan barang di jaringan toko. Informasi tersebut penting untuk mendukung pengelolaan stok agar tidak hanya berorientasi pada jumlah produk, tetapi juga kesesuaian persediaan dengan kebutuhan masing-masing lokasi.

Dalam praktik bisnis ritel, kesalahan memperkirakan kebutuhan stok bisa menimbulkan biaya tambahan. Produk yang terlalu lama tersimpan berpotensi meningkatkan beban pengelolaan persediaan, sedangkan stok yang habis dapat membuat toko kehilangan kesempatan melayani pelanggan.

Karena itu, pengelolaan inventaris bukan sekadar persoalan mencatat jumlah barang. Sistem tersebut menjadi salah satu instrumen untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan produk dan efisiensi operasional.

MR.D.I.Y. sendiri menyediakan lebih dari 18.000 jenis produk yang terbagi ke dalam 10 kategori di setiap tokonya. Besarnya variasi barang tersebut membuat pengelolaan persediaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi bisnis perusahaan.

Bagaimana Hubungan dengan Pemasok Membantu MR.D.I.Y. Menjaga Harga?

Faktor lain yang mendukung efisiensi bisnis MR.D.I.Y. adalah proses pengadaan barang yang terkoordinasi serta hubungan jangka panjang dengan para pemasok.

Dalam industri ritel, proses pengadaan memiliki pengaruh terhadap struktur biaya perusahaan. Produk yang dijual harus melewati serangkaian proses sebelum sampai ke tangan konsumen, mulai dari pembelian kepada pemasok hingga distribusi ke toko.

Ketika perusahaan memiliki jaringan toko yang besar, kebutuhan pengadaan barang juga meningkat. Kondisi ini membuka peluang untuk memanfaatkan skala ekonomi melalui koordinasi pembelian dalam jumlah besar dan hubungan bisnis yang berkelanjutan dengan pemasok.

Secara teori, skala ekonomi memungkinkan perusahaan menekan biaya rata-rata ketika volume aktivitas bisnis meningkat. Namun, manfaat tersebut tetap bergantung pada kemampuan perusahaan mengelola pembelian, penyimpanan, dan distribusi secara efisien.

Hubungan jangka panjang dengan pemasok juga dapat mendukung kesinambungan pasokan. Bagi perusahaan yang menjual ribuan jenis produk, konsistensi ketersediaan barang menjadi penting agar pelanggan tidak terlalu sering menghadapi kekosongan stok.

MR.D.I.Y. menyebut proses pengadaan yang terkoordinasi dan hubungan jangka panjang dengan pemasok sebagai bagian dari upaya memperkuat skala ekonomi perusahaan untuk mempertahankan harga terjangkau setiap hari.

Strategi tersebut juga berkaitan dengan keberadaan pemasok lokal. Seiring pertumbuhan bisnis, perusahaan menyatakan terus menjalin kemitraan dengan berbagai pemasok dalam negeri.

Meski demikian, efisiensi pengadaan tidak bisa hanya dilihat dari besarnya volume pembelian. Perusahaan tetap perlu memastikan barang yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan konsumen dan dapat didistribusikan secara efektif ke jaringan toko.

Dengan kata lain, harga pembelian yang kompetitif tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila biaya penyimpanan dan distribusi justru membengkak.

Ekspansi 202 Toko Baru, Seberapa Besar Tantangan Efisiensi MR.D.I.Y.?

Pertumbuhan jaringan menjadi salah satu gambaran besarnya kebutuhan operasional MR.D.I.Y. Indonesia.

Sepanjang Januari hingga September 2026, perusahaan telah membuka 202 toko baru atau sekitar 75% dari target pembukaan minimal 270 gerai sepanjang tahun. Dengan tambahan tersebut, jumlah jaringan toko MR.D.I.Y. mencapai 1.416 gerai per September 2026.

Pada kuartal III 2026 saja, perusahaan membuka 72 toko baru. Ekspansi tersebut semakin memperluas jangkauan perusahaan, terutama ke Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Namun, penambahan toko bukan hanya persoalan memperluas titik penjualan. Setiap gerai baru juga membawa kebutuhan tambahan berupa pasokan barang, pengelolaan persediaan, tenaga kerja, dan koordinasi operasional.

Semakin banyak toko yang beroperasi, semakin besar pula kebutuhan perusahaan untuk menjaga konsistensi ketersediaan produk. Jika sistem distribusi tidak berkembang sejalan dengan ekspansi, perusahaan berisiko menghadapi ketidakseimbangan stok antarlokasi.

Karena itu, pertumbuhan jaringan harus berjalan beriringan dengan penguatan infrastruktur operasional.

MR.D.I.Y. mengandalkan proposisi nilai Hemat, Lengkap, dan Dekat sebagai pedoman pengembangan bisnis. Perusahaan tidak hanya berupaya menyediakan produk dengan harga terjangkau, tetapi juga menghadirkan variasi kebutuhan rumah tangga dalam satu lokasi yang mudah dijangkau konsumen.

Strategi tersebut terlihat dari jumlah produk yang tersedia di setiap toko, yakni lebih dari 18.000 jenis dalam 10 kategori.

Selain itu, perusahaan mulai melanjutkan penggunaan format baru pada toko freestanding yang akan dibuka mendatang. Format tersebut menawarkan ruang belanja yang lebih terang dan nyaman, seperti yang diterapkan pada toko ke-1.400 di Tebet, Jakarta Selatan.

Langkah ini memperlihatkan bahwa strategi perusahaan tidak hanya berkaitan dengan harga, tetapi juga pengalaman pelanggan ketika berbelanja.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.