KPU Dinilai Tak Mampu Yakinkan Masyarakat Soal Akurasi Hasil Sirekap

AKURAT.CO Peneliti Utama Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Siti Zuhro, mengungkapkan proses pemungutan dan penghitungan suara dalam pemilu merupakan hal krusial.
"Proses pemungutan dan penghitungan suara dalam pemilu merupakan hal krusial yang akan menentukan berkualitas tidaknya, jujur tidaknya Pemilu 2024," kata Zuhro kepada Akurat.co, Kamis (22/2/2024).
Baca Juga: PDIP Tolak Aplikasi Sirekap, Desak KPU Hitung Manual Perolehan Suara
Sayangnya, muncul berbagai masalah seperti yang ada pada Aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi Elektronik (Sirekap), pada saat rekapitulasi suara dilakukan. Seperti perbedaan jumlah suara dari penghitungan secara manual dengan yang ditampilkan di Sirekap.
Dia menilai, Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak mampu meyakinkan publik tentang akurasi hasil dari Sirekap. Maka dari itu, terjadi polemik terkait hasil dalam Sirekap dan rekapitulasi manual pemilu yang terus menerus dibahas dan dipertanyakan oleh publik.
Bahkan, pernyataan KPU yang menjelaskan Sirekap sebagai alat bantu penghitungan hasil perolehan suara pada Pemilu 2024 tidak bisa meredam kegalauan publik.
Baca Juga: Pakai Lembaga Independen, Mahfud MD Dukung Audit Digital Forensik Aplikasi Sirekap
"Padahal Sirekap harusnya bisa menjadi rujukan bagi publik yang menginginkan info tentang hasil pemilu," tuturnya.
Berdasarkan pantauan dari Akurat.co, pada Kamis (22/2/2024) pukul 10.00 WIB. Pasangan calon (paslon) capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka masih unggul mutlak dengan 58,9 persen suara.
Kemudian diikuti dengan paslon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dengan 24,09 persen suara dan paslon nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD dengan 17,02 persen suara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 2Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 5Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 6Prediksi Skor Sunderland vs AZ Alkmaar 17 September 2026: The Black Cats Bisa Tahan Tim Belanda?
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag







