Akurat

Penyebab Burung Menabrak Kaca Jendela yang Perlu Diketahui

Eko Krisyanto | 23 Januari 2026, 23:14 WIB
Penyebab Burung Menabrak Kaca Jendela yang Perlu Diketahui

AKURAT.CO Kasus burung menabrak kaca jendela masih sering terjadi di lingkungan permukiman maupun kawasan perkotaan. Peristiwa ini kerap menimbulkan pertanyaan di masyarakat, bahkan dikaitkan dengan berbagai pertanda.

Padahal, kejadian tersebut memiliki penjelasan ilmiah yang berkaitan erat dengan perilaku alami burung dan desain bangunan modern.

Baca Juga: PT Abadi Lestari, Perusahaan Pengolahan Sarang Burung Walet Siap IPO Bulan Depan

Burung mengandalkan penglihatan untuk bernavigasi saat terbang.

Masalah muncul ketika mereka berhadapan dengan kaca jendela.

Bagi burung, kaca bukanlah penghalang, melainkan ruang terbuka.

Pantulan langit, pepohonan, atau tanaman di permukaan kaca membuat burung mengira jalur tersebut aman untuk dilalui.

Benturan sering berakibat fatal karena burung terbang dengan kecepatan tinggi.

Burung yang selamat dari tabrakan umumnya mengalami gegar otak, pingsan sementara, dan berada dalam kondisi rentan.

Dalam banyak kasus, burung yang tidak langsung mati justru menjadi mangsa predator setelahnya.

Tabrakan burung dengan kaca paling sering terjadi pada pagi dan sore hari, saat pantulan cahaya berada pada titik paling kuat.

Risiko juga meningkat pada musim migrasi.

Banyak burung bermigrasi pada malam hari dengan memanfaatkan cahaya alami sebagai penunjuk arah. Polusi cahaya di kawasan perkotaan membuat burung kehilangan orientasi dan turun ke area permukiman.

Saat kembali terbang di pagi hari, pantulan kaca jendela menjadi jebakan yang tidak disadari.

Pertanyaan tentang “burung menabrak kaca pertanda apa” sering muncul. Namun, dari sisi ilmiah, peristiwa ini bukanlah pertanda tertentu. Kejadian tersebut lebih menunjukkan bahwa lingkungan buatan manusia belum sepenuhnya ramah bagi satwa liar, khususnya burung.

Dalam beberapa kasus, burung bisa menabrak jendela yang sama berulang kali. Hal ini biasanya terjadi karena pantulan yang konsisten di kaca atau sifat teritorial burung yang mengira bayangannya sendiri sebagai ancaman.

Untuk mencegah tabrakan, pemilik rumah dapat mengurangi pantulan kaca dengan memasang kasa jendela, tirai luar, atau penanda visual di bagian luar kaca.

Penempatan tempat makan burung juga perlu diperhatikan agar tidak memicu burung terbang kencang ke arah jendela.

Jika burung menabrak kaca dan masih hidup, langkah terpenting adalah menjauhkannya dari predator dan menempatkannya di area tenang sementara waktu.

Burung tidak perlu diberi makan atau minum sampai kondisinya membaik.

Baca Juga: Kenapa Burung Merpati Tidak Pernah Tersesat? Simak Jawabannya di Sini!

Fenomena burung menabrak kaca bukan kejadian sepele. Itu menjadi pengingat bahwa desain bangunan dan aktivitas manusia memiliki dampak langsung terhadap kehidupan satwa di sekitar.

Dengan langkah pencegahan sederhana, risiko kematian burung akibat tabrakan jendela dapat dikurangi secara signifikan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R