Akurat

Kenapa Burung Merpati Tidak Pernah Tersesat? Simak Jawabannya di Sini!

Wahyu SK | 17 September 2025, 18:05 WIB
Kenapa Burung Merpati Tidak Pernah Tersesat? Simak Jawabannya di Sini!

AKURAT.CO Burung merpati sejak lama menempati posisi istimewa dalam sejarah peradaban manusia.

Pada era Victoria di Inggris, burung ini menjadi hewan peliharaan favorit. Bahkan jauh sebelumnya, Julius Caesar mengandalkan merpati pos untuk mengabarkan kemenangan pasukannya di Galia kepada rakyat Roma.

Pada masa Perang Dunia I dan II, ratusan ribu merpati pos dikerahkan sebagai pengirim pesan dengan puluhan ekor di antaranya diganjar penghargaan karena keberaniannya.

Keistimewaan merpati terletak pada satu hal, kemampuannya kembali ke sarang meski dilepaskan dari tempat yang asing dan jauh.

Baca Juga: Lirik Lagu Buka Puasa Oleh Merpati Band, Single Religi Terbaru Bertema Ramadhan

Fenomena itu sejak lama memancing rasa ingin tahu ilmuwan. Bagaimana mungkin seekor burung bisa menemukan jalan pulang tanpa peta, kompas atau perangkat navigasi?

Penelitian demi penelitian pun dilakukan. Salah satu temuan terpopuler adalah kemampuan merpati membaca medan magnet bumi atau yang disebut magnetoresepsi.

Beberapa ahli menduga merpati memiliki partikel besi mikroskopis pada paruh atau telinganya yang berfungsi seperti kompas internal.

Selain itu, penelitian dari University of Melbourne menemukan bahwa merpati memiliki protein khusus di retina mata yang disebut cryptochromes. Protein ini diyakini membuat burung bisa melihat garis medan magnet bumi. Walau teori ini belum sepenuhnya terkonfirmasi, temuan tersebut membuka jalan bagi studi lebih lanjut tentang navigasi hewan.

Selain kompas internal, merpati juga memanfaatkan indera pendengarannya. Burung ini mampu mendengar suara berfrekuensi sangat rendah atau infrasonik, bahkan hingga 0,05 hertz jauh di bawah kemampuan telinga manusia.

Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 5 Halaman 30: Kisah Kelinci Kecil dan Burung Pipit

Gelombang suara semacam ini dapat merambat ribuan kilometer melalui atmosfer dan permukaan bumi, memberi merpati peta suara yang membantu mereka menentukan arah pulang. Kondisi atmosfer yang memantulkan atau menghalangi infrasonik sangat berpengaruh pada arah terbang merpati.

Tak hanya itu, penciuman juga menjadi kunci. Studi perilaku hewan dari Universitas Oxford mengungkapkan bahwa merpati mengandalkan aroma khas dari suatu wilayah.

Dengan mencium perubahan komposisi udara, burung ini seolah menyusun peta bau dalam memorinya. Jika penciumannya dimanipulasi, merpati akan kehilangan arah atau bahkan terbang ke tempat yang salah.

Penelitian lain juga membuktikan bahwa setelah mengenali bau suatu daerah dari udara, merpati baru beralih ke navigasi visual dengan mengikuti bentang alam seperti sungai, bukit, dan jalan raya.

Baca Juga: Greenbelt PIK2: Surga Hijau di Pesisir Jakarta, Rumah bagi Burung-Burung Eksotis!

Kemampuan luar biasa ini tentu bukan tanpa tantangan. Perubahan iklim kini menjadi hambatan baru bagi merpati. Kabut, hujan deras hingga badai dapat mengacaukan navigasi mereka.

Laporan terbaru mencatat ribuan merpati lomba yang dilepas di Prancis selatan justru tersesat ke Jerman akibat badai musim panas. Cuaca ekstrem membuat sebagian burung kelelahan, kehilangan arah, bahkan tak kembali ke sarangnya. Padahal bagi penghobi, seekor merpati balap bernilai sangat mahal.

Meski masih menyimpan misteri, satu hal jelas bahwa merpati menggabungkan berbagai informasi alam yakkni medan magnet, suara infrasonik, penciuman hingga peta visual untuk menemukan jalannya kembali.

Kombinasi naluri, biologi dan pengalaman membuat burung merpati menjadi navigator ulung yang menginspirasi banyak penelitian.

Baca Juga: Burung Seharga Rp8,5 Juta Milik Fadly Faisal Mati, Baru Satu Hari Dipelihara

Laporan: Mutiara MY/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK