PT Abadi Lestari, Perusahaan Pengolahan Sarang Burung Walet Siap IPO Bulan Depan
Hefriday | 24 November 2025, 19:10 WIB

AKURAT.CO Perusahaan pengolahan sarang burung walet PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) bersiap menggelar penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) pada akhir tahun ini.
Langkah korporasi tersebut menjadi strategi perusahaan untuk memperkuat permodalan sekaligus memperluas kapasitas industri pengolahan walet di dalam negeri yang terus berkembang.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/11/2025), perseroan menetapkan harga penawaran awal (book building) di kisaran Rp150 sampai Rp168 per saham.
Pada tahap penawaran tersebut, RLCO membuka peluang bagi investor publik untuk memiliki sebagian saham perusahaan yang selama ini berfokus pada produksi dan pengolahan sarang burung walet.
Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 625 juta saham atau sekitar 20% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Bila seluruh saham terserap pasar, perusahaan berpotensi menghimpun dana mencapai Rp105 miliar.
Masa penawaran awal ditetapkan pada 24–26 Oktober 2025. Setelah itu, saham RLCO dijadwalkan memasuki masa penawaran umum pada 2–4 November 2025. Proses penjatahan berlangsung pada 4 November 2025, dan perusahaan akan resmi tercatat di BEI dengan kode saham RLCO pada 8 November 2025.
Manajemen RLCO menjelaskan bahwa dana hasil IPO akan difokuskan untuk memperkuat modal kerja, terutama terkait pembelian bahan baku sarang burung walet.
Sekitar 56,33% dana dialokasikan langsung bagi kebutuhan operasional perusahaan, menyusul tingkat utilitas pabrik yang dinilai masih belum optimal. Selanjutnya, 43,67% dana IPO akan diberikan kepada anak usaha, PT Realfood Winta Asia (Realfood), dalam bentuk penyertaan modal.
Dana tersebut juga diarahkan untuk pembelian bahan baku, sejalan dengan ekspansi lini bisnis Realfood yang terus tumbuh di segmen produk kesehatan berbasis walet.
Perusahaan menyebut tambahan modal kerja sangat penting untuk menggenjot kapasitas pabrik yang saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Dengan pasokan bahan baku yang lebih stabil, operasional pabrik dapat berjalan lebih efisien dan mendukung peningkatan volume produksi secara berkelanjutan.
RLCO juga tidak menutup kemungkinan mencari sumber pendanaan lain apabila dana IPO tidak sepenuhnya mencukupi, termasuk melalui pinjaman pihak ketiga atau penggunaan dana internal perusahaan.
Opsi tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran rencana ekspansi perseroan.
Dalam aksi korporasi ini, PT Samuel Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Perusahaan sekuritas tersebut bertugas memastikan seluruh proses IPO berjalan sesuai ketentuan pasar modal, mulai dari penetapan harga hingga distribusi saham kepada investor.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










