Akurat

Jadi Inspirasi Semangat Sosial, Komunitas K-Pop Beri Bantuan ATK untuk Taman Baca Literati di Cirebon

Wahyu SK | 30 November 2025, 18:55 WIB
Jadi Inspirasi Semangat Sosial, Komunitas K-Pop Beri Bantuan ATK untuk Taman Baca Literati di Cirebon

AKURAT.CO Taman baca masyarakat atau TBM bernama Literati di Kota Sumber, Kabupaten Cirebon, menerima bantuan alat tulis kantor (ATK) dari sejumlah komunitas penggemar budaya Korea atau K-Pop.

Bantuan diserahkan langsung oleh tiga komunitas yaitu Blackjack Indonesia Official (fanbase 2NE1), Team Winter Indonesia (fanbase Winter, member Aespa) dan The Boyz Indonesia (fanbase The Boyz).

Paket ATK yang terkumpul dari donasi ketiga fanbase itu membuat Vivit Sholihati, pengelola TBM Literati sekaligus Kepala SDN 1 Kasugengan Kidul, tidak bisa menyembunyikan rasa haru sekaligus bahagianya.

Baca Juga: Dari Pasir Putih ke Halaman Buku: Anak-anak Menemukan Dunia di Pojok Literasi

"Saya benar-benar tidak menyangka, ternyata komunitas K-Pop juga memiliki kepedulian yang sama terhadap literasi. Awalnya saya pikir mereka hanya peduli pada bencana atau momen-momen tertentu yang sedang hype tapi ternyata mereka serius peduli pada anak-anak dan literasi. Mereka datang, melihat langsung kegiatan lalu memutuskan membantu. Ini membuat saya semakin semangat," jelasnya, kepada wartawan, Minggu (30/11/2025).

Vivit mengaku kini justru terinspirasi oleh semangat sosial para penggemar K-Pop tersebut.

"Saya malu sendiri, kok anak-anak muda ini begitu luar biasa semangatnya berbagi untuk masyarakat. Saya yang sudah seumur ini kadang masih kalah energi. Ternyata stereotip bahwa K-Pop hanya hura-hura itu salah besar. Mereka punya sisi peduli yang sangat nyata, bahkan sampai ke literasi yang selama ini dianggap berseberangan dengan dunia mereka," terangnya.

Baca Juga: Riset Ungkap 81 Persen Siswa SD Alami Peningkatan Literasi Dasar Lewat Menulis Tangan di Atas Kertas

Sisi lain datang dari Tom, salah satu penggerak Blackjack Indonesia Official. Menurutnya, komunitas penggemar budaya Korea yang ada di Indonesia selalu tertarik dengan hal-hal positif seperti yang dilakukan TBM Literati.

"Kami memang aktif pada kegiatan sosial apa pun dan sangat tertarik pada kegiatan positif seperti yang diadakan TBM Literati. Dengan ikut serta, kami yakin bisa menjadi contoh untuk fanbase K-Pop lain agar lebih sering terjun ke kegiatan positif, bukan hanya donasi saat ada bencana atau tren semata," katanya.

Menurut Tom, dunia komunitas K-Pop tidak melulu membahas dari sisi entertainment. Para komunitas ini juga memiliki kepedulian terhadap isu-isu sosial, termasuk literasi anak.

Baca Juga: NICE Siap Jadi Pusat Literasi dan Pameran Berkelas Dunia Lewat BBW 2025

"Dengan berpartisipasi dalam kegiatan sosial, ekosistem fanbase jadi lebih berwarna dan kami bisa menunjukkan bahwa fans K-Pop punya sisi lain yang peka terhadap lingkungan sekitar serta isu sosial, termasuk literasi anak," lanjutnya.

Alasan membantu TBM Literati lainnya datang dari Azhar yang merupakan perwakilan dari The Boyz Indonesia.

Dirinya terinspirasi dari member The Boyz yang juga aktif dalam kesadaran literasi dan isu sosial lainnya.

Baca Juga: Cermati Fintech Group dan AMODA Dorong Literasi Finansial Lewat Cermatalks 2025

"Juyeon dikenal hobi membaca dan sering merekomendasikan buku kepada penggemarnya. Sedangkan Kevin aktif menyuarakan isu-isu sosial. Member lainnya juga selalu aktif dalam kegiatan berbagi kepada sesama. Jadi, kami dari The Boyz Indonesia juga tentunya tergerak untuk mendukung TBM Literati," jelasnya.

TBM Literati, yang dibuka sejak bulan puasa 2024 itu memang unik. Beroperasi di garasi rumah pribadi di Perumahan Green Tukmudal, pintu dan gerbangnya tidak pernah dikunci, bahkan sampai larut malam atau subuh.

"Pintu rumah saya tidak pernah saya kunci dan saya buka 24 jam. Mau pagi buta, mau tengah malam, anak-anak boleh datang pinjam atau baca di tempat. Kadang subuh ada yang datang, saya bangunkan Almira, anak saya, atau saya sendiri yang layani," cerita Vivit.

Baca Juga: Pentingnya Literasi Keuangan untuk Perkuat Kemandirian Perempuan

Meski belum mendapat sorotan dari lembaga terkait, TBM Literati tetap hidup berkat donasi pribadi Vivit dan dukungan komunitas-komunitas, dari pegiat literasi hingga yang terbaru dari penggemar K-Pop.

"Saya tidak minta banyak tapi setidaknya ada keadilan. Saya jalani ini murni karena keprihatinan melihat anak-anak lebih suka hape daripada buku, termasuk anak saya sendiri. Kalau pemerintah serius dengan literasi, seharusnya yang sudah berjalan seperti kami ini yang diprioritaskan, bukan yang masih tidur," tegas Vivit.

Tom dan Azhar menambahkan harapan dari sisi komunitas K-pop. Mereka berharap apa yang selama ini dilakukan TBM Literati terus berjalan.

Baca Juga: Indonesia Tingkatkan Literasi AI Lewat Workshop 'Bikin AI dari Nol'

"Yang pasti kegiatan ini harus bermanfaat dan tulus. Ke depannya kami akan terus support TBM Literati. Ke depannya kami juga mau berpartisipasi untuk mengadakan event K-Pop Reading Session," jelas keduanya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK