Akurat

Peran Ayah Tentukan Masa Depan Generasi Bangsa

Ahada Ramadhana | 9 Mei 2025, 19:49 WIB
Peran Ayah Tentukan Masa Depan Generasi Bangsa

AKURAT.CO Berkembangnya teknologi yang semakin pesat membuat peran seorang ayah juga harus berubah.

Nilai-nilai moral diuji setiap hari, maka peran orang tua saat ini semakin kompleks, terutama sosok ayah.

Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Sekretaris Utama BKKBN, Prof. Budi Setiyono, mengatakan, seorang ayah adalah pilar keluarga yang juga menjadi sekolah pertama bagi anak lelaki tentang bagaimana menjadi laki-laki sejati.

Baca Juga: Kenapa Ayah Lebih Sayang kepada Anak Perempuan? Inilah Penjelasan Psikologi yang Akurat

Ayah juga adalah cinta pertama bagi anak perempuan yang kelak akan menjadi referensinya dalam mencari pasangan hidup.

Seorang ayah bukan hanya pencari nafkah. Lebih dari itu, ayah adalah pemimpin keluarga, pelindung, pembimbing dan sumber nilai-nilai kehidupan.

Karena itu, ayah sangat berperan dalam membangun masa depan keluarga, masyarakat, bahkan bangsa.

"Sayangnya, peran ayah sering kali direduksi hanya sebatas pemberi uang bulanan. Padahal, anak-anak tidak hanya butuh materi. Mereka butuh kehadiran, keteladanan dan kasih sayang seorang ayah. Apa yang kita wariskan kepada anak-anak kita hari ini? Uang, gelar atau teladan hidup," jelasnya, dalam keterangannya, Jumat (9/5/2025).

Baca Juga: 35 Ucapan Selamat Hari Buruh Internasional untuk Ayah yang Penuh Semangat Bekerja!

Penelitian menunjukkan bahwa waktu berkualitas antara ayah dan anak sangat mempengaruhi kepercayaan diri, prestasi akademis dan stabilitas emosi anak.

Hal ini dapat dilakukan selama 20 menit dalam sehari dengan melakukan kegiatan bersama, seperti bermain, mengobrol, makan atau membaca buku cerita.

"Banyak ayah yang hadir secara fisik tapi kosong secara emosional. Mereka ada di rumah tapi pikiran dan jiwanya jauh. Sibuk dengan gawai, pekerjaan atau urusan lainnya. Sementara anak-anak hanya menunggu satu hal yaitu perhatian," kata Prof. Budi.

Baca Juga: The Lucky Laki Duet dengan Nassar, Al Ghazali: Belajar dari Ayah

Untuk itu, dia berharap ayah-ayah di Indonesia dapat belajar menjadi orang tua yang lebih baik ke depannya.

"Mungkin ada di antara kita yang merasa terlambat. Anak-anak sudah remaja atau bahkan sudah dewasa. Kita merasa gagal. Tapi ketahuilah, tidak ada kata terlambat untuk berubah. Kita tidak dituntut untuk menjadi sempurna tapi kita dituntut untuk terus belajar. Minta maaf jika perlu, peluk mereka," jelas Prof. Budi.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menambahkan, untuk mendukung langkah tersebut, Kemendukbangga menginisiasi terobosan baru berupa Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

Baca Juga: Viral Ayah Cubit Anak di Surabaya, Apa Hukum Orang Tua Menyakiti Anaknya Sendiri?

GATI merupakan satu dari lima program quick wins Kemendukbangga.

Lainnya adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), AI SuperApp berbasis keluarga dan Lansia Berdaya (Sidaya).

Kabiro SDM Kemendukbangga, I Made Yudhistira Dwipayama, dalam laporannya, memaparkan data terkait jumlah ASN di lingkungan Kemendukbangga.

Baca Juga: Lanjutkan Legacy Sang Ayah, Emmanuel Pacquiao Jr Segera Lakoni Debut Tinju Profesional

Total keseluruhan ASN kemendukbangga mencapai 20.697 orang. Terdiri atas 7.080 ASN pria dan 13.617 ASN perempuan.

Sementara, di kantor pusat Kemendukbangga/BKKBN mencapai 337 pria dan 503 perempuan.

"Yang cukup menarik dari asesmen yang kami lakukan di lingkungan ASN Kemendukbangga/BKKBN tentang apakah lelaki yang sukses dalam karier harus meninggalkan keluarga, hasilnya para ayah mengkhawatirkan masa depan keluarga dan anak-anaknya," bebernya.

Baca Juga: Asal-Usul Sejarah Hari Ayah yang Diperingati pada 12 November dan Cara Merayakannya

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK