Pengasuhan Setara Ayah–Ibu Dinilai Penting Bentuk Karakter Anak

AKURAT.CO Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan, pengasuhan anak merupakan tanggung jawab setara antara ayah dan ibu.
Selama ini, tugas pengasuhan masih kerap dibebankan kepada ibu, padahal peran kedua orang tua sama pentingnya dalam membentuk karakter dan masa depan anak.
“Kualitas pengasuhan dalam keluarga sangat menentukan. Orang tua memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk mengasuh serta menumbuhkan karakter anak, sehingga dapat melahirkan generasi bangsa yang potensial dan memperkuat ketahanan nasional,” ujar Arifah dalam keterangannya, Selasa (16/12/2025).
Arifah menekankan, pengasuhan berkualitas hanya dapat terwujud melalui kolaborasi dan konvergensi lintas kementerian dan lembaga yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.
Dukungan berbagai pihak, mulai dari orang tua, masyarakat, Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), pemerintah daerah, sekolah, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas anak, dinilai penting untuk mempersiapkan kesehatan mental orang tua dan anak.
Sebelumnya, Menteri PPPA menghadiri kegiatan Bootcamp Anak Indonesia Hebat dan Semiloka Pengasuhan Anak Sejak Usia Dini yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara serentak di seluruh Indonesia, baik luring maupun daring.
Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai daerah, antara lain Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Baca Juga: Jelang Penetapan UMP 2026, DPR Minta Kebijakan Seimbang untuk Pekerja dan Dunia Usaha
“Semiloka Pengasuhan Anak Sejak Usia Dini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman dan kapasitas orang tua, pendidik, serta pemangku kepentingan mengenai pola pengasuhan yang tepat,” ujarnya.
Sementara itu, Bootcamp Anak Indonesia Hebat dirancang sebagai ruang pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak.
Melalui kegiatan tersebut, anak dibekali tidak hanya pengetahuan, tetapi juga keterampilan hidup, kepemimpinan, kerja sama, kreativitas, dan kepercayaan diri.
Arifah juga mengajak peserta bootcamp untuk memanfaatkan kegiatan ini sebagai sarana mengenali diri, memperkuat karakter, menjalin kerukunan, serta menjadi pribadi yang berani, empatik, dan mampu menolak segala bentuk kekerasan sebagai pelopor dan pelapor (2P).
“Kami mengapresiasi Kemendikdasmen atas inisiatif dan kolaborasi ini. Semoga menjadi teladan dalam memperkuat peran orang tua sebagai pendidik pertama dan utama di keluarga,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa membangun generasi Indonesia yang hebat harus dimulai dari pembiasaan perilaku baik dan hubungan sosial yang sehat sejak dini.
Anak-anak, menurutnya, akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat, percaya diri, dan bahagia jika berada dalam lingkungan pertemanan yang positif dan saling mendukung.
Ia menekankan pentingnya penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur tepat waktu.
“Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten akan membentuk karakter disiplin, tangguh, dan berakhlak mulia. Orang tua dan pendidik juga harus menjadi teladan dan pendengar yang baik agar kedekatan dengan anak terjaga,” tegas Abdul Mu’ti.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Pembangunan PTN di Tiga Provinsi Baru Papua
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










