Akurat

Cara Cepat dan Aman Mengatasi Puting Lecet Saat Menyusui agar Nyaman Kembali

Eko Krisyanto | 30 Oktober 2025, 08:54 WIB
Cara Cepat dan Aman Mengatasi Puting Lecet Saat Menyusui agar Nyaman Kembali

AKURAT.CO Menyusui seharusnya menjadi momen yang hangat antara ibu dan bayi. Tetapi proses ini terganggu karena rasa perih akibat puting lecet.

Kondisi ini membuat ibu merasa tidak nyaman dan bisa menghambat kelancaran pemberian ASI. Beberapa cara ini dapat membantu ibu mengatasi puting lecet agar proses menyusui kembali menyenangkan dan bebas rasa sakit.

Puting lecet umumnya terjadi karena posisi mulut bayi yang kurang tepat, gesekan berulang atau penggunaan pompa ASI yang tidak sesuai.

Dilansir Healthline, posisi mulut bayi yang tidak benar dapat menyebabkan puting tertarik dan tertekan secara berlebihan sehingga menimbulkan luka dan rasa nyeri.

Masalah ini paling sering dialami oleh ibu yang baru mulai menyusui atau saat masa adaptasi awal dengan bayi. Jika tidak segera ditangani, luka di puting dapat memperparah kondisi kulit dan meningkatkan risiko infeksi.

Maka dari itu sangat penting bagi para ibu untuk mengetahui langkah-langkah penanganan yang tepat agar proses menyusui tetap aman dan nyaman.

5 Cara cepat dan Aman Mengatasi Puting Lecet Saat Menyusui

1. Perbaiki posisi menyusui dan lekatan bayi

Posisi menyusui yang salah menjadi penyebab utama puting lecet. Jika bayi hanya menempel pada ujung puting tanpa melibatkan areola, tekanan berlebih bisa menyebabkan iritasi dan luka.

Pastikan bayi membuka mulut lebar, dengan dagu menempel pada payudara dan sebagian besar areola masuk ke dalam mulut.

Saat posisi sudah benar, rasa nyeri biasanya akan berkurang dalam beberapa kali menyusui.

2. Gunakan kompres dingin atau hangat sesuai kondisi

Kompres bisa membantu meredakan nyeri dan mempercepat penyembuhan.

Kompres dingin setelah menyusui dapat mengurangi pembengkakan dan memberikan efek menenangkan, sementara kompres hangat sebelum menyusui dapat melancarkan aliran ASI.

Gunakan kain bersih yang direndam air sesuai suhu yang diinginkan lalu tempelkan selama beberapa menit untuk hasil maksimal.

3. Oleskan ASI atau krim alami yang aman setelah menyusui

Beberapa tetes ASI yang dioleskan pada puting dapat membantu mempercepat proses penyembuhan secara alami karena mengandung antibodi dan sifat antibakteri.

Biarkan ASI kering secara alami tanpa dilap agar lapisan pelindung kulit tetap terjaga. Penggunaan krim berbahan lanolin atau salep khusus ibu menyusui juga dapat membantu melembabkan kulit dan mengurangi rasa perih.

4. Gunakan bra menyusui yang nyaman dan jaga kebersihan area payudara

Penggunaan bra menyusui berbahan katun tanpa kawat dapat membantu sirkulasi udara dan mencegah iritasi tambahan.

Ganti bantalan ASI secara rutin setiap selesai menyusui agar area puting tetap kering dan bersih. Hindari sabun keras atau alkohol di sekitar payudara karena dapat membuat kulit semakin kering dan sensitif.

5. Lanjutkan menyusui dan konsultasikan dengan tenaga profesional bila perlu

Sebagian besar kasus puting lecet bisa membaik begitu posisi dan teknik menyusui diperbaiki. Tidak perlu langsung menghentikan menyusui karena justru dapat memperparah pembengkakan dan menyumbat saluran ASI.

Jika luka tidak kunjung sembuh, terasa sangat nyeri atau disertai gejala infeksi, segera konsultasikan ke konsultan laktasi atau dokter agar mendapat perawatan yang sesuai.

Puting lecet memang menjadi tantangan umum bagi ibu menyusui tetapi bukan alasan untuk berhenti memberikan ASI. Perbaiki posisi, menjaga kebersihan serta melakukan perawatan sederhana seperti kompres dan penggunaan krim alami membuat puting bisa kembali pulih dalam waktu singkat.

Laporan: Salsabilla Nur Wahdah/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK