Etnosentrisme Adalah? Simak Penjelasan Lengkap dan Dampaknya

AKURAT.CO Etnosentrisme adalah fenomena sosial yang sering menjadi sumber konflik dan ketegangan antar kelompok budaya.
Istilah ini merujuk pada pandangan bahwa budaya atau kelompok etnis sendiri lebih unggul dibandingkan dengan budaya atau kelompok etnis lain.
Artikel ini akan membahas pengertian, faktor penyebab, dampak, dan contoh etnosentrisme berdasarkan penjelasan dari jurnal ilmiah.
Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Demokrasi Pancasila?
Pengertian Etnosentrisme
Etnosentrisme adalah sikap atau pandangan yang berpusat pada masyarakat dan kebudayaan sendiri, sering disertai dengan sikap meremehkan atau merendahkan kebudayaan lain.
Menurut William Graham Sumner, seorang profesor ilmu politik dan sosial di Universitas Yale, etnosentrisme adalah kecenderungan untuk melihat dunia dari perspektif kelompok sendiri dan menilai budaya lain berdasarkan standar budaya sendiri.
Baca Juga: Bagaimana Caranya agar Permainan Tradisional Tetap Dikenal sampai Sekarang?
Faktor Penyebab Etnosentrisme
-
Sejarah dan Tradisi
Sejarah panjang dan tradisi yang kuat dalam suatu kelompok dapat memperkuat sikap etnosentrisme.
Penelitian dari Universitas Gadjah Mada menunjukkan bahwa kelompok dengan sejarah yang kaya cenderung memiliki kebanggaan yang tinggi terhadap budayanya.
-
Multikulturalisme
Kehidupan dalam masyarakat multikultural dapat memicu etnosentrisme jika tidak ada upaya untuk saling memahami dan menghargai perbedaan.
-
Situasi Politik
Ketegangan politik dan konflik antar kelompok dapat memperkuat etnosentrisme.
Menurut jurnal dari Universitas Airlangga, situasi politik yang tidak stabil sering memicu sentimen etnosentrisme.
Baca Juga: Bagaimana Perkembangan Agama Hindu-Buddha di Indonesia pada Masa Kerajaan Hindu-Buddha?
Dampak Etnosentrisme
-
Dampak Negatif
Etnosentrisme dapat menyebabkan konflik horizontal, menghambat proses asimilasi dan integrasi budaya, serta menurunkan objektivitas dalam ilmu pengetahuan.
Contoh ekstrem etnosentrisme adalah kampanye dan pembantaian yang dilakukan Nazi Jerman terhadap Yahudi selama Perang Dunia II.
-
Dampak Positif
Di sisi lain, etnosentrisme juga dapat menumbuhkan jiwa patriotisme dan kecintaan terhadap budaya sendiri.
Jika dikelola dengan baik, sikap ini dapat membantu menjaga keutuhan multikulturalisme dalam masyarakat.
Baca Juga: Bagaimana Candi Borobudur Berdiri dan Menjadi Salah Satu Keajaiban Dunia Asal Indonesia?
Contoh Etnosentrisme
Contoh etnosentrisme dapat ditemukan dalam berbagai konteks, baik skala kecil maupun besar.
Dalam kehidupan sehari-hari, misalnya, seseorang mungkin merasa bahwa makanan dari budayanya sendiri lebih baik daripada makanan dari budaya lain.
Dalam skala yang lebih besar, etnosentrisme terlihat dalam kebijakan pemerintah yang diskriminatif terhadap kelompok etnis tertentu.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini 12 September 2024: Tidak Ada Hambatan Besar untuk Taurus!
Kesimpulan
Etnosentrisme adalah sikap yang berfokus pada kebudayaan sendiri dan sering disertai dengan sikap meremehkan kebudayaan lain.
Meskipun dapat meningkatkan rasa kebanggaan terhadap budaya sendiri, etnosentrisme juga memiliki dampak negatif yang signifikan, seperti konflik dan ketegangan antar kelompok.
Oleh karena itu, penting untuk mengelola sikap etnosentrisme dengan bijak serta mendorong sikap saling menghargai dan memahami antar budaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








