Apa Itu Kurikulum Merdeka? Coba Bapak dan Ibu Guru Simak Penjelasan Ini!

AKURAT.CO Kurikulum Merdeka adalah inisiatif pendidikan yang bertujuan untuk mengasah minat dan bakat siswa sejak dini.
Dengan fokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi, kurikulum ini memberikan kebebasan bagi siswa dan sekolah untuk mengeksplorasi pembelajaran secara lebih luas.
Inti Kurikulum Merdeka: Merdeka Belajar
Inti dari Kurikulum Merdeka adalah konsep “Merdeka Belajar.” Dalam sistem ini, siswa diberikan otonomi untuk memilih dan mendalami minat serta bakatnya masing-masing. Beberapa poin penting tentang Kurikulum Merdeka:
- Pembelajaran Intrakurikuler yang Beragam:
- Konten pembelajaran disusun agar siswa memiliki waktu yang cukup untuk memahami konsep dan menguatkan kompetensinya.
- Fleksibilitas ini memungkinkan siswa mengeksplorasi berbagai bidang sesuai minatnya.
- Tidak Ada Program Peminatan di SMA:
- Dalam Kurikulum Merdeka, tidak ada lagi jurusan atau peminatan seperti IPA, IPS, atau Bahasa di SMA.
- Siswa bebas memilih mata pelajaran yang diminatinya di dua tahun terakhir saat SMA.
Karakteristik Utama Kurikulum Merdeka
Kurikulum Merdeka memiliki beberapa karakteristik utama yang mendukung pemulihan pembelajaran:
- Pembelajaran Berbasis Projek:
- Mengembangkan soft skills dan karakter sesuai dengan profil Pelajar Pancasila.
- Siswa belajar melalui proyek dan pengalaman nyata.
- Fokus pada Materi Esensial:
- Memberikan waktu yang cukup untuk pembelajaran mendalam pada kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.
- Fleksibilitas untuk Guru:
- Guru dapat melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kemampuan peserta didik dan konteks lokal.
Kesimpulan
Kurikulum Merdeka memperkuat kemandirian belajar siswa dan mengarahkan mereka pada pengembangan karakter yang holistik.
Dengan pendekatan yang lebih fleksibel, kita berharap siswa dapat tumbuh dan berkembang sesuai potensi dan minatnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








