Jangan Tertukar! Ini Perbedaan Anak Autisme dan Anak Hiperaktif yang Perlu Diketahui

AKURAT.CO Setiap anak memiliki karakter dan cara berinteraksi yang unik. Namun, ada sebagian anak yang menunjukkan perilaku berbeda dari kebanyakan anak seusianya, seperti sulit fokus, aktif berlebihan, atau tampak sulit berkomunikasi dengan orang lain.
Kondisi ini sering kali membuat orang tua bingung membedakan apakah anak mengalami gangguan autisme atau hiperaktif.
Sekilas, keduanya memang tampak mirip karena sama-sama melibatkan masalah perilaku dan konsentrasi.
Namun, autisme dan hiperaktif merupakan kondisi perkembangan yang berbeda baik dari segi penyebab, gejala, maupun cara penanganannya.
Mengenali perbedaan keduanya penting agar anak mendapatkan pendampingan yang tepat sesuai kebutuhannya.
Pengertian Autisme dan Hiperaktif
Autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi anak dalam berkomunikasi, berinteraksi sosial, dan berperilaku.
Anak autisme cenderung memiliki pola pikir dan minat yang terbatas, serta dapat menunjukkan perilaku berulang seperti menepuk tangan atau mengayun tubuh.
Mereka sering mengalami kesulitan memahami bahasa nonverbal seperti ekspresi wajah atau intonasi suara.
Sementara itu, hiperaktif merupakan gangguan perkembangan yang ditandai dengan kesulitan memusatkan perhatian, impulsivitas, dan aktivitas fisik yang berlebihan.
Anak dengan hiperaktif biasanya sulit diam, mudah terdistraksi, dan sering bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu.
Kondisi ini bukan karena anak "nakal" melainkan karena adanya gangguan pada fungsi otak yang mengatur fokus dan pengendalian diri.
Perbedaan Anak Autisme dan Anak Hiperaktif
Meskipun sama-sama termasuk gangguan perkembangan, anak autisme dan anak hiperaktif memiliki perbedaan yang jelas.
Anak autisme cenderung kesulitan berinteraksi sosial dan berkomunikasi. Mereka bisa tampak tidak tertarik dengan lingkungan sekitar, jarang melakukan kontak mata, serta sulit memahami emosi orang lain.
Sebaliknya, anak hiperaktif justru mudah berinteraksi dan sering kali banyak bicara, namun sulit untuk mempertahankan fokus dalam waktu lama.
Mereka juga lebih impulsif dan cenderung bergerak terus tanpa bisa mengendalikan diri.
Dari segi perilaku, anak autisme lebih sering menunjukkan rutinitas yang berulang dna tidak menyukai perubahan, sementara anak hiperaktif lebih mudah bosan dan mencari aktivitas baru secara terus-menerus.
Autisme lebih berfokus pada gangguan sosial dan komunikasi, sedangkan hiperaktif lebih berkaitan dengan gangguan konsentrasi dan kontrol perilaku.
Memahami perbedaan antara anak autisme dan anak hiperaktif sangat penting agar orang tua dapat mengambil langkah yang tepat sejak dini.
Kedua kondisi ini bukanlah tanda kenakalan atau kegagalan dalam pola asuh, melainkan menunjukkan adanya perbedaan cara kerja otak anak yang memerlukan pendekatan khusus.
Dengan mengenali tanda-tanda dan perbedaan karakteristiknya, orang tua dapat memberikan dukungan sesuai kebutuhan masing-masing anak, baik melalui terapi wicara atau terapi perilaku, pendampingan profesional maupun dengan menciptakan lingkungan yang ramah dan penuh pengertian.
Setiap anak memiliki potensi unik, dan dengan perhatian yang tepat, mereka dapat tumbuh menjadi individu yang percaya diri, mandiri, dan bahagia.
Laporan: Vania Tri Yuniar/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








